MAYBRAT, POSNEWS.CO.ID – Penangkapan Wakil Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya, Zakarias Fatem, menjadi perkembangan penting dalam operasi keamanan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Setelah aparat TNI menangkapnya, Zakarias menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengajak anggota serta simpatisan kelompok tersebut meletakkan senjata.
Komandan Satgas Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Laili Nugroho, menyampaikan informasi penangkapan tersebut kepada wartawan. Aparat menangkap Zakarias di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, pada Rabu (14/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wakil Panglima Kodap IV OPM Sorong Raya, Zakarias Fatem ditangkap TNI dan menyatakan diri kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Laili, sebagaimana diberitakan media pada Kamis (15/10/2026).
Menurut keterangan pihak TNI, Zakarias juga mengajak anggota dan simpatisan OPM agar menghentikan aktivitas bersenjata, menyerahkan diri kepada aparat, serta kembali ke pangkuan NKRI.
Laili menyebut Zakarias meminta para anggota dan simpatisan segera meletakkan senjata sebelum TNI mengambil tindakan tegas.
Namun, perkembangan mengenai tindak lanjut ajakan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Zakarias Soroti Kemajuan Ekonomi Masyarakat Papua
Dalam keterangannya, Laili mengatakan Zakarias mengakui melihat perkembangan ekonomi masyarakat Papua, khususnya di wilayah yang disebut aparat sebagai kawasan bebas OPM.
Menurut Laili, kondisi tersebut menyadarkan Zakarias bahwa masyarakat membutuhkan kemajuan dan kesejahteraan, bukan kekerasan maupun aksi teror.
Pernyataan itu menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu aspek penting dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Pembangunan, kesempatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik perlu berjalan beriringan dengan pendekatan keamanan agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman.
Meski demikian, klaim mengenai alasan Zakarias mengambil sikap tersebut masih bersumber dari keterangan pihak TNI.
Informasi lebih lanjut mengenai pernyataan langsung Zakarias dan proses selanjutnya perlu menunggu penjelasan resmi.
Kontak Tembak Tewaskan Komandan OPM Manfret Fatem
Sebelum penangkapan Zakarias, pasukan gabungan TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, pada Jumat (9/10/2026).
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, sebelumnya melaporkan tiga orang dari kelompok tersebut tewas dalam insiden itu.
Salah satu korban teridentifikasi sebagai Manfret Fatem, yang disebut menjabat Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya.
TNI juga melaporkan pengamanan sejumlah barang bukti dari lokasi kontak tembak. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari rangkaian operasi pengamanan di wilayah Maybrat.
Rangkaian kejadian ini kembali menyoroti pentingnya menjaga keamanan masyarakat Papua. Aparat harus melindungi warga dari kekerasan serta mendorong perdamaian dan pemulihan kehidupan masyarakat. **
Editor : Hadwan













