Xi Jinping Bersiap Serahkan Medali pada HUT Ke-105 PKT

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping akan menyerahkan Medali 1 Juli kepada para kader teladan partai pada hari Rabu esok. Upacara agung tersebut sekaligus menandai hari bersejarah ulang tahun berdirinya PKT yang ke-105.

Penghargaan Tertinggi untuk Kader Teladan PKT

Medali 1 Juli merupakan simbol kehormatan paling tinggi bagi para anggota partai yang menunjukkan loyalitas, dedikasi, serta kontribusi luar biasa kepada bangsa dan negara. Selain menganugerahkan medali utama tersebut, komite sentral partai juga akan memberi penghargaan khusus kepada para pekerja partai berprestasi serta organisasi partai tingkat dasar dari berbagai wilayah Tiongkok.

Baca Juga :  Buntut Komentar PM Takaichi, China Kirim Kapal ke Senkaku dan Drone Dekat Jepang

Para tokoh pergerakan nasional mendirikan PKT pertama kali pada tanggal 1 Juli 1921 di Shanghai. Kini, partai tersebut mengendalikan penuh arah kebijakan politik dan ekonomi raksasa Asia Timur ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pidato Politik Xi Jinping di Balai Agung Rakyat

Xi Jinping, yang juga mengemban mandat sebagai Presiden Tiongkok sekaligus Ketua Komisi Militer Sentral, akan menyampaikan pidato politik yang sangat penting dalam acara tersebut. Perayaan resmi ini akan bermula tepat pada pukul 10.00 waktu setempat di Balai Agung Rakyat yang megah di pusat kota Beijing. Analis memprediksi pidato Xi Jinping akan menyoroti keberhasilan historis partai dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem serta menegaskan kembali visi modernisasi Tiongkok di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Baca Juga :  Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

Jangkauan Siaran Langsung Jaringan Media Nasional

Jaringan raksasa penyiaran Tiongkok kini bersiap memancarkan momen bersejarah ini ke mata publik domestik maupun internasional. China Media Group bersama platform berita xinhuanet.com akan menyiarkan secara langsung seluruh rangkaian acara sejak menit pertama.

Selain itu, berbagai situs web media papan atas seperti people.cn, cctv.com, dan china.com.cn, beserta aplikasi seluler milik Harian Rakyat (People’s Daily), Kantor Berita Xinhua, dan China Central Television (CCTV) juga akan menayangkan siaran tersebut secara serentak guna menjangkau ratusan juta pemirsa di seluruh penjuru dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB