Operasi Modifikasi Cuaca BNPB Dimulai dari Semarang, Curah Hujan Muria Raya Dibidik

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat operasi modifikasi cuaca milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika saat menyemai awan untuk mengendalikan hujan ekstrem di Indonesia selama Lebaran 2026. (Posnews/BNPB)

Pesawat operasi modifikasi cuaca milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika saat menyemai awan untuk mengendalikan hujan ekstrem di Indonesia selama Lebaran 2026. (Posnews/BNPB)

SEMARANG, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah untuk menekan hujan ekstrem pemicu banjir dan longsor di kawasan Muria Raya.

BNPB memulai operasi darurat ini pada Kamis (15/1/2026) dari Lanud Ahmad Yani, Semarang, menyusul curah hujan tinggi yang masih mengancam wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan satu pesawat Caravan PK-SNP langsung melakukan penyemaian awan sejak pukul 06.00 WIB.

“BNPB memulai operasi hari ini dari Lanud Ahmad Yani, Semarang,” ujar Abdul.

Tim OMC menyasar awan di perairan utara Semarang untuk mengurangi potensi hujan lebat yang bergerak ke daratan Muria Raya.

BNPB Turunkan Tim Reaksi Cepat

Selain OMC, BNPB juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Pati, Kudus, dan Jepara. Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto memimpin langsung asesmen lapangan.

Baca Juga :  Cuaca Hari Ini di Jabodetabek: Pagi Cerah Berawan, Siang Diguyur Hujan

Tim TRC memetakan kebutuhan mendesak dan menyiapkan langkah penanganan darurat lanjutan.

BNPB mengingatkan warga Muria Raya tetap siaga. BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi.

“Jika hujan deras lebih dari satu jam, warga harus segera mengungsi dan menghindari jalur perbukitan,” tegas Abdul.

BNPB menekankan kewaspadaan warga menjadi kunci agar dampak banjir dan longsor tidak meluas.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat
Sebulan Diburu, Pria yang Diduga Siram Istri Siri dengan Air Keras di Jambi Ditangkap
Baku Tembak Pecah di Papua Tengah, 4 Anggota OPM Dilaporkan Tewas
Kapolda Bengkulu Turun ke Lahan, Tanam Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Misteri Kematian Istri Dokter di Cirebon, Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar
Pencuri Brankas Masjid Al Markaz Gasak Rp75 Juta, Uangnya Ludes untuk Sabu dan Judol
Ditolak Bawa Anak, Pria di Kupang Diduga Bacok Mantan Istri dan Bocah 10 Tahun
Polisi Tangkap NB, Tersangka Penembakan ASN Yahukimo dan Sita 3 Amunisi

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 06:19 WIB

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat

Sabtu, 26 September 2026 - 06:08 WIB

Sebulan Diburu, Pria yang Diduga Siram Istri Siri dengan Air Keras di Jambi Ditangkap

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Baku Tembak Pecah di Papua Tengah, 4 Anggota OPM Dilaporkan Tewas

Jumat, 25 September 2026 - 14:22 WIB

Kapolda Bengkulu Turun ke Lahan, Tanam Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 25 September 2026 - 11:18 WIB

Misteri Kematian Istri Dokter di Cirebon, Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar

Berita Terbaru

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

DAERAH

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:19 WIB

Ilustrasi, warga Jabodetabek diminta mewaspadai perubahan cuaca dan potensi hujan dengan intensitas tinggi.(Posnews/Net)

JABODETABEK

Cuaca Hari Ini 27 September, Jabodetabek Berpotensi Hujan Deras

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:11 WIB