PM Greenland Tegaskan: Belum Ada Kesepakatan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nuuk membantah narasi Washington. PM Nielsen tegaskan situasi masih

Nuuk membantah narasi Washington. PM Nielsen tegaskan situasi masih "menantang" dan memilih perkuat aliansi dengan Eropa daripada tunduk pada ambisi akuisisi AS. Dok: Istimewa.

NUUK, POSNEWS.CO.ID – Klaim kemenangan diplomasi Donald Trump di Arktik tampaknya terlalu dini. Pada hari Jumat (30/1), Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen memberikan klarifikasi tegas yang mendinginkan narasi Washington.

Dalam wawancara dengan Greenlandic Broadcasting Corporation, Nielsen menyatakan bahwa “belum ada kesepakatan” yang tercapai mengenai status Greenland.

Pernyataan ini membantah langsung unggahan Presiden AS Donald Trump di Truth Social pekan lalu. Saat itu, Trump sesumbar bahwa pembicaraannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte telah menghasilkan “kerangka kesepakatan masa depan” terkait Greenland dan wilayah Arktik yang lebih luas.

“Pemerintah sedang mencari klarifikasi melalui saluran yang tepat,” ujar Nielsen. Ia mengakui bahwa situasi saat ini masih “menantang” karena Trump terus menunjukkan minat agresif untuk mengambil alih kendali atas wilayah otonom tersebut.

Strategi Bertahan: Merapat ke Eropa

Menghadapi tekanan berat dari Amerika Serikat, Nielsen tidak tinggal diam. Ia memilih strategi penguatan aliansi dengan mitra tradisional di seberang Atlantik.

Nielsen menekankan pentingnya mempererat kerja sama dengan mitra dari NATO dan Uni Eropa.

“Kami akan mengambil langkah demi langkah untuk memperkuat kerja sama di bidang bisnis, budaya, pendidikan, dan bidang lainnya,” jelasnya.

Langkah konkret telah ia ambil melalui kunjungan diplomatik baru-baru ini ke Jerman dan Prancis. Nielsen mengungkapkan bahwa kedua kekuatan besar Eropa tersebut telah menegaskan kembali dukungan mereka untuk Greenland dalam berbagai cara. Dukungan ini menjadi benteng politik penting bagi Nuuk untuk menolak ambisi akuisisi sepihak dari Washington.

Baca Juga :  Resbob, Kabur Berpindah-pindah Tempat Dicokok Siber Polda Jabar - Penyebar Kebencian SARA

Kedaulatan Harga Mati

Greenland, pulau terbesar di dunia, adalah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Meskipun Kopenhagen memegang kendali atas pertahanan dan kebijakan luar negeri, rakyat Greenland memiliki hak penentuan nasib sendiri yang luas.

Sejak kembali menjabat pada tahun 2025, Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk “memperoleh” Greenland. Namun, langkah tersebut secara konsisten ditolak oleh Eropa dan pemimpin lokal yang memandang kedaulatan bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas
Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari
Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran
Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan
Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten
Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia
Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv
Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten

Berita Terbaru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:46 WIB