JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi pesta minuman keras (miras) yang dilakukan sekelompok pemuda di RT 007/RW 04 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, akhirnya berujung permintaan maaf terbuka kepada pengurus wilayah dan petugas.
Sebelumnya, gerombolan pemuda itu sempat bersitegang dengan aparat saat ditegur karena memutar musik keras hingga larut malam pada Sabtu (14/2/2026).
Ketua RW 04 Semper Barat, Djumadi Uje, memastikan para pemuda telah menyadari kesalahannya.
“Alhamdulillah mereka sudah menyadari dan memohon maaf serta berjanji tidak mengulangi lagi,” ujar Djumadi saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).
Ganggu Warga Hingga Lewat Tengah Malam
Insiden bermula saat sejumlah pemuda menggelar pesta miras sambil karaoke dengan volume tinggi hingga melewati pukul 23.00 WIB. Akibatnya, warga sekitar merasa terganggu dan melaporkan kejadian tersebut karena khawatir memicu gangguan keamanan dan potensi kriminalitas.
Ketua RT 07 sempat menindaklanjuti laporan warga. Namun, teguran tidak diindahkan. Selanjutnya, laporan diteruskan ke Ketua RW 04.
Djumadi mengaku telah meminta anggota Linmas RW untuk mengingatkan kembali. Namun, para pemuda tetap mengabaikan imbauan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena situasi tidak kondusif, Ketua RW 04 bersama Ketua RT 07 dan Linmas turun langsung ke lokasi.
“Kami datangi dengan baik-baik dan menyampaikan adanya laporan warga yang terganggu kebisingan karaoke sampai pukul 23.15 WIB,” jelasnya.
Sempat Ngeyel dan Tantang Ditangkap
Saat diberi penjelasan, sebagian pemuda sempat bersikap menantang. Djumadi bahkan membacakan ketentuan KUHP baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026 terkait larangan mabuk di muka umum dan membuat kegaduhan di malam hari.
“Mereka awalnya mengaku belum tahu aturan. Tapi saat kami jelaskan, malah ngeyel dan menantang minta ditangkap saja. Akhirnya mereka bubar, meski tidak terima dibubarkan,” tegasnya.
Keesokan harinya, Minggu (15/2/2026), salah satu pemuda diduga kembali membuat provokasi lewat status WhatsApp yang berisi makian kepada perangkat RT/RW dan petugas.
Dua Pemuda Minta Maaf dan Janji Tak Ulangi
Namun demikian, situasi mereda setelah dua pemuda yang mewakili kelompok tersebut, Liva Fikri dan Muhammad Irhas, menyampaikan permintaan maaf.
“Kami mohon maaf atas keresahan di lingkungan RT 007 RW 04 Semper Barat pada malam Minggu. Kami berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar keduanya.
Ketua RW 04 juga mengapresiasi peran Tiga Pilar Kelurahan Semper Barat, lurah, paguyuban RW, LMK, tokoh masyarakat, hingga Dewan Kota yang turut membantu memberikan edukasi kepada para pemuda dan orang tuanya.
Warga Minta Patroli Ditingkatkan Jelang Ramadan 1447 H
Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, masyarakat berharap seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Warga juga meminta patroli rutin ditingkatkan, terutama di titik-titik yang rawan aktivitas miras.
Pasalnya, konsumsi alkohol di ruang publik tidak hanya mengganggu ketenangan warga, tetapi juga berpotensi memicu tindakan kriminal akibat hilangnya kontrol diri.
Dengan kejadian ini, warga Semper Barat berharap lingkungan kembali kondusif sehingga ibadah Ramadan dapat berjalan aman, nyaman, dan khusyuk. (MR)
Editor : Hadwan





















