Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras, Komnas HAM Siapkan Berbagai Skenario Hukum

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta. (Posnews/MK)

Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta. (Posnews/MK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus menjadi sorotan.

Kini, Komnas HAM tengah menggodok berbagai skenario penanganan hukum, mulai dari jalur peradilan umum hingga opsi pembentukan tim khusus.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian, menegaskan pihaknya belum mengambil keputusan final.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, proses pengumpulan keterangan dari berbagai pihak masih terus berjalan.

“Keputusan belum bisa diambil. Kami masih mendalami keterangan dan mempertimbangkan banyak skenario, baik yang terbaik maupun terburuk,” ujar Saurlin kepada wartawan, Senin (30/3/2026).

Baca Juga :  Belasan Gajah Sumatera Amuk Perumahan Karyawan HTI di Siak, 5 Rumah Rusak

Selanjutnya, ia mengungkapkan salah satu opsi yang dinilai paling ideal adalah membawa kasus ini ke peradilan umum.

Namun demikian, keputusan tersebut belum final dan masih akan dibahas secara mendalam dalam rapat internal.

“Kami akan bahas secara komprehensif setelah seluruh keterangan terkumpul. Peradilan umum memang jadi salah satu opsi kuat, tapi belum diputuskan,” tegasnya.

Di sisi lain, Komnas HAM juga membuka peluang penggunaan skema alternatif.

Di antaranya pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) hingga mekanisme koneksitas antar lembaga penegak hukum untuk mempercepat pengungkapan kasus.

Baca Juga :  Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil

“Opsinya banyak. Bisa TGPF, bisa juga koneksitas. Tapi semuanya harus dikaji matang sebelum kami keluarkan rekomendasi resmi,” jelas Saurlin.

Lebih lanjut, ia memastikan rekomendasi akhir Komnas HAM akan diumumkan setelah seluruh proses pemantauan dan investigasi rampung.

Hal ini dilakukan demi memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan akuntabel.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri memicu kecaman luas dari publik dan pegiat HAM.

Oleh karena itu, tekanan agar aparat segera mengusut tuntas pelaku dan motif di balik serangan brutal tersebut terus menguat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Tebuireng, Kapolri Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan
Kakorlantas Aries Syahbudin: Masyarakat Harus Merasakan Manfaat Kehadiran Polisi
Antrean BBM Bali, Pertalite Berlaku Ganjil-Genap hingga 19 Oktober 2026
Patroli Malam Cegah Tawuran, 18 Pemuda Diamankan di Jaktim dan Kemayoran
KPK Ungkap Nusron Wahid ke Malaysia, Pemeriksaan Diundur
Dana Bencana Rp148 Miliar Jadi Perkara KPK, Uang – Emas Rp5,47 Miliar Disita
MBG Prasmanan Diuji Coba, Siswa Bisa Tambah Makan – BGN Bidik 5.000 Dapur
Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Dari Tebuireng, Kapolri Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Kakorlantas Aries Syahbudin: Masyarakat Harus Merasakan Manfaat Kehadiran Polisi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Antrean BBM Bali, Pertalite Berlaku Ganjil-Genap hingga 19 Oktober 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Patroli Malam Cegah Tawuran, 18 Pemuda Diamankan di Jaktim dan Kemayoran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:05 WIB

KPK Ungkap Nusron Wahid ke Malaysia, Pemeriksaan Diundur

Berita Terbaru

Puluhan pemukim Israel menyerang warga Palestina dan menganiaya jurnalis Washington Post Heidi Levine saat panen zaitun di Abu Falah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Menyerang Warga Palestina Dan Jurnalis Washington Post

Sabtu, 17 Okt 2026 - 18:31 WIB

Donald Trump menunda pelaksanaan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia dengan alasan kepentingan nasional Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Menunda Paket Sanksi Berat Terhadap Rusia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:28 WIB

Volodymyr Zelenskyy mengecam kesepakatan diesel AS-Rusia di KTT Uni Eropa Brussel dan menyebut diplomasi Putin sekadar parodi perdamaian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Volodymyr Zelenskyy Mengecam Kesepakatan Diesel AS-Rusia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:26 WIB