Bripka Dedy Ditangkap, Oknum Polisi Jadi Sniper Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda

Senin, 18 Mei 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali membongkar jaringan narkoba di Gang Langgar, Samarinda.

Kali ini, polisi menangkap Bripka Dedy Wiratama, oknum anggota polisi yang diduga berperan sebagai sniper alias pengawas dalam aktivitas jual beli sabu di kawasan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan Bripka Dedy kini sudah diamankan oleh Sat Brimob Polda Kalimantan Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang bersangkutan sudah diamankan oleh Sat Brimobda Kaltim,” kata Eko kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Tak hanya diduga terlibat menjaga peredaran narkoba, Bripka Dedy juga terseret kasus penyalahgunaan narkotika. Polisi menyebut hasil tes urine terhadap yang bersangkutan dua kali menunjukkan hasil positif.

“Dia sedang menjalani pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik profesi Polri karena sebelumnya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Kini ditambah kasus baru ini,” ujarnya.

“Nanti setelah proses kode etik selesai, yang bersangkutan akan dilakukan proses pidana Narkotika oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” Sambungnya.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Hujan Petir dan Angin Kencang

Kampung Narkoba Dijaga Puluhan Sniper

Pengungkapan ini membongkar praktik peredaran sabu yang disebut berjalan rapi, terstruktur, dan terorganisir di kawasan Gang Langgar.

Polisi menemukan sedikitnya 21 pengawas atau sniper berjaga di sepanjang jalan menuju lokasi transaksi sabu di Blok F.

Mereka menggunakan handy talky (HT) untuk memantau situasi sekaligus memberi kode jika ada pembeli datang.

“Para sniper mengarahkan pembeli masuk ke lokasi transaksi dan terus memantau situasi melalui HT,” ujar Eko.

Bahkan, polisi mengungkap aturan ketat di lokasi tersebut. Jika pembeli datang berboncengan motor, hanya satu orang yang diizinkan masuk ke titik transaksi. Sementara rekannya harus menunggu di luar area.

Omzet Fantastis Selama 4 Tahun

Lebih mengejutkan lagi, lapak narkoba di Gang Langgar disebut sudah beroperasi selama empat tahun.

Dalam sehari, sindikat itu diduga menjual sekitar 1.000 hingga 1.200 paket kecil sabu dengan harga Rp150 ribu per paket.

Baca Juga :  Xi Jinping: China dan Vietnam Sepakat Lawan Hegemoni

Jika dihitung, omzet per hari bisa menembus ratusan juta rupiah.

Polisi menduga jaringan ini telah meraup keuntungan fantastis selama bertahun-tahun sambil merusak ribuan korban penyalahguna narkoba di Kalimantan Timur.

13 Tersangka Ditangkap

Dalam operasi besar tersebut, polisi menangkap 13 tersangka dengan peran berbeda.

Salah satunya yakni Firnandes alias Nando, yang diduga menjadi bandar utama di Gang Langgar. Polisi menyebut Nando merupakan anak dari bandar besar bernama Andes alias H Endi yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, polisi juga menangkap penjual sabu di loket hingga kurir narkoba.

Sementara beberapa buronan lain yang masih diburu yakni Andes alias H Endi, H Andi Sudi, dan Malik.

“Setelah proses kode etik selesai, Bripka Dedy akan diproses pidana narkotika oleh Bareskrim Polri,” tegas Eko.

Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba. Polisi memastikan pengejaran terhadap bandar besar lainnya masih terus dilakukan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 Oktober! Sidang Perdana Febrie Adriansyah Dimulai, Jaksa Bacakan Dakwaan
Suyudi Jadi Kapolri, Siapkan Konsolidasi Internal dan Lanjutkan Program Listyo Sigit
Prabowo Lantik 18 Pejabat, Suyudi Jadi Kapolri dan Listyo Sigit Pimpin KSP
Suyudi Soroti No Viral No Justice, Laporan Warga Harus Ditangani Tanpa Menunggu Viral
Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, Ini Tahap Selanjutnya
Hari Kesaktian Pancasila 2026, Prabowo Khusyuk Berdoa di Sumur Lubang Buaya
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Ditahan, Polisi Cari Pihak Lain yang Bertanggung Jawab
Klaster Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, TV hingga Kulkas Diangkut

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:20 WIB

7 Oktober! Sidang Perdana Febrie Adriansyah Dimulai, Jaksa Bacakan Dakwaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Suyudi Jadi Kapolri, Siapkan Konsolidasi Internal dan Lanjutkan Program Listyo Sigit

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Lantik 18 Pejabat, Suyudi Jadi Kapolri dan Listyo Sigit Pimpin KSP

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Suyudi Soroti No Viral No Justice, Laporan Warga Harus Ditangani Tanpa Menunggu Viral

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, Ini Tahap Selanjutnya

Berita Terbaru

Emulator SharpEmu berhasil menjalankan 6 game PS5 pada 60 FPS. Simak pembaruan shader SPIR-V, dukungan Vulkan, dan analisis teknisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Emulator SharpEmu Berhasil Jalankan Enam Game PS5

Jumat, 2 Okt 2026 - 16:46 WIB

Turtle Beach merilis pengontrol nirkabel bertema Animal Crossing untuk Nintendo Switch 2. Simak fitur RGB, daya tahan baterai, dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Turtle Beach Merilis Aksesori Pengontrol Animal Crossing

Jumat, 2 Okt 2026 - 15:39 WIB

Razer meluncurkan keycap koleksi Hello Kitty and Friends berkonsep blind box. Simak varian Sanrio, edisi langka chrome, dan harga resminya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Meluncurkan Keycap Koleksi Hello Kitty and Friends

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:29 WIB