Ekspor Sawit Melonjak Tipis, Indonesia Tetap Alami Defisit

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tekanan bagi produsen sawit. Impor minyak sawit India merosot ke level terendah dalam 14 bulan akibat krisis energi gas dan cuaca panas ekstrem. Dok: Istimewa.

Tekanan bagi produsen sawit. Impor minyak sawit India merosot ke level terendah dalam 14 bulan akibat krisis energi gas dan cuaca panas ekstrem. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor sawit terbaru pada hari Rabu. Nilai pengiriman minyak sawit mentah (CPO) melonjak tipis menjadi 9,59 miliar dolar AS.

Kenaikan Ekspor Sawit Belum Cukup

Kenaikan ini tercatat selama lima bulan pertama tahun 2026. Namun, lonjakan ekspor sawit gagal menyelamatkan neraca perdagangan Indonesia.

BPS mencatat nilai ekspor sawit sebesar 8,90 miliar dolar AS pada periode sama tahun lalu. Deputi BPS Ateng Hartono mengumumkan kenaikan ekspor sawit sebesar 7,71 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Volume pengiriman sawit juga tumbuh tipis sebesar 7,41 persen. Indonesia mengekspor sekitar 8,92 juta ton sawit ke pasar global.

Baca Juga :  China Jatuhkan Sanksi Keras: 20 Perusahaan Militer AS dan Eksekutif Top Masuk Daftar Hitam

Angka ini melampaui volume ekspor tahun lalu sebesar 8,30 juta ton. BPS enggan merinci negara tujuan utama ekspor sawit tersebut.

Namun, India mengimpor minyak nabati senilai hampir 1,2 miliar dolar AS. Minyak sawit mendominasi kategori impor India tersebut.

Transisi Sistem Satu Pintu Danantara

Pemerintah menerapkan sistem ekspor satu pintu untuk semua produk sawit. Kini, pelaku usaha melaporkan dokumen ekspor kepada Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Perusahaan milik negara tersebut mengelola sistem transisi ini sejak awal Juni. Singapura, Mesir, dan Pakistan mendesak pasokan sawit Indonesia tetap stabil.

Saat ini, Indonesia memimpin pasokan sawit untuk pasar global. Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini mengandalkan sawit untuk menggenjot ekspor.

Rekor Surplus Runtuh Akibat Impor Migas

Namun, kenaikan ekspor sawit belum mampu menyelamatkan neraca perdagangan. Indonesia mencatat defisit perdagangan sebesar 1,61 miar dolar AS pada Mei 2026.

Baca Juga :  Mandat B50 Resmi Berlaku: Indonesia Kejar Kemandirian Energi

Defisit ini mengakhiri rekor surplus beruntun selama 72 bulan sejak Mei 2020. Ateng menyebut lonjakan impor minyak dan gas (migas) memicu defisit tersebut.

Singapura mendominasi pasokan impor migas Indonesia sebesar 5,1 miliar dolar AS.

Efek Domino Konflik Selat Hormuz

Langkah Iran menutup Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia. Penutupan terjadi pasca serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.

Negara produsen minyak Timur Tengah mengandalkan jalur ini untuk mengirim energi. Blokade militer memaksa harga minyak mentah Brent menembus 100 dolar AS.

Namun, harga minyak Brent turun ke level 73 dolar AS hari Rabu. Penurunan ini terjadi seiring upaya negosiasi damai antara Washington dan Teheran.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Gencarkan Operasi Narkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, Prabowo Siapkan 200 Titik Bor Air
KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB
Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG
63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi
Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri
Mutasi Polri Oktober 2026, Kakorlantas dan Sejumlah Kapolda Berganti
Kapolda Metro Buka Pintu Kritik, Kini Publik Menunggu Ketegasan Kasus Firli Bahuri

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Kapolri Suyudi Gencarkan Operasi Narkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, Prabowo Siapkan 200 Titik Bor Air

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:16 WIB

KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:55 WIB

63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB