PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM Kanada Mark Carney menyebut perundingan dagang dengan AS semakin sengit usai Donald Trump mengancam kenaikan tarif 50 persen. Dok: Istimewa.

PM Kanada Mark Carney menyebut perundingan dagang dengan AS semakin sengit usai Donald Trump mengancam kenaikan tarif 50 persen. Dok: Istimewa.

Perundingan Dagang Semakin Mendidih

POSNEWS.CO.ID, OTTAWA — Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan sikap terkait perang tarif. Pemerintah Kanada terus memperjuangkan nasib para pekerja dan pelaku usaha.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyebut kepemimpinan Kanada sangat tidak menyenangkan. Selain itu, Trump mengancam akan menaikkan tarif impor hingga 50 persen.

Baca Juga :  Antonio Guterres Minta Perusahaan Rilis Data Konsumsi

Ancaman Tarif Baru dan Dampak Ekonomi

Sementara itu, Amerika Serikat sudah menerapkan tarif baja dan aluminium. Selanjutnya, Washington berencana memperluas tarif baru pada 19 Agustus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, langkah sepihak tersebut memicu lonjakan harga di pasar Amerika Serikat. Akibatnya, harga aluminium domestik AS melonjak hingga 58 persen. Di sisi lain, warga Kanada merespons dengan membatalkan perjalanan ke Amerika Serikat.

Baca Juga :  Vonis Sejarah: Mantan Presiden Yoon Suk Yeol Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

Saling Balas Kebijakan Impor

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengecam langkah balasan dari pihak Kanada. Pemerintah Kanada membatasi penjualan alkohol asal Amerika Serikat di beberapa provinsi.

Oleh karena itu, Kanada menegaskan tindakan tersebut sebagai respons atas tarif awal AS. Akhirnya, perselisihan kedua negara mengancam stabilitas ekonomi kawasan Amerika Utara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC
Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi
AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney menyebut perundingan dagang dengan AS semakin sengit usai Donald Trump mengancam kenaikan tarif 50 persen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agu 2026 - 09:01 WIB

Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir usai Mahkamah Agung menolak kebijakan sebelumnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:00 WIB