Brankas Tersembunyi di Rumah Sentul Simpan 74 Kg Emas dan Rp476 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Kortas Tipidkor Polri membuka brankas rahasia di rumah kawasan Sentul, Bogor, dan menyita 74 kilogram emas batangan serta uang senilai Rp476 miliar terkait penyidikan tiga kasus korupsi. (Posnews/Bareskrim Polri)

Penyidik Kortas Tipidkor Polri membuka brankas rahasia di rumah kawasan Sentul, Bogor, dan menyita 74 kilogram emas batangan serta uang senilai Rp476 miliar terkait penyidikan tiga kasus korupsi. (Posnews/Bareskrim Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pengusutan tiga kasus dugaan korupsi besar memasuki babak baru.

Tim Kortas Tipidkor Polri membongkar sebuah brankas rahasia yang tersembunyi di balik dinding rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dari lokasi itu, penyidik menyita 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dalam rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura dengan total nilai mencapai sekitar Rp476 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggeledahan yang berlangsung hingga Kamis (9/7/2026) dini hari itu merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi di PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, termasuk dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengatakan penyidik menemukan seluruh barang bukti di dalam brankas besar yang terkunci rapat.

Setelah dibuka, petugas mendapati tujuh koper berisi emas batangan dan uang tunai dalam berbagai mata uang.

“Ditemukan brankas terkunci. Setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan, kemudian 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta. Total estimasi nilainya sekitar Rp476 miliar,” ujar Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga :  Daftar Harga BBM Pertamina di Jakarta Per 1 Agustus 2025

Selain emas batangan, penyidik menyita sekitar US$4.767.300, SGD14.083.800, serta uang tunai Rp100 juta. Seluruh barang bukti langsung diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Pemilik Rumah Masih Didalami

Meski menemukan barang bukti bernilai fantastis, Totok belum mengungkap identitas pemilik rumah yang digeledah.

Menurutnya, penyidik masih mendalami keterkaitan pemilik rumah dengan tiga perkara korupsi tersebut.

“Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik,” kata Totok.

Ia menegaskan penyidik akan menyampaikan hasil lengkap setelah seluruh rangkaian penyidikan selesai.

Brankas Disembunyikan di Balik Dinding

Sebelumnya, tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah rumah tersebut setelah memperoleh petunjuk dalam pengembangan perkara.

Saat penggeledahan, petugas menemukan sebuah dinding bermotif kayu yang ternyata menyembunyikan pintu menuju brankas berukuran jumbo.

Dari luar, dinding itu tampak seperti tembok biasa sehingga keberadaan ruang penyimpanan tersebut sulit diketahui.

Baca Juga :  Prabowo Negosiasi Tambahan 4 Pesawat Airbus A400M, Perkuat Armada Udara TNI

Setelah membuka brankas, penyidik langsung mengamankan seluruh isi yang diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Kasus Jadi Atensi Presiden

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan penyidikan dugaan korupsi di PLN, Asabri, dan Krakatau Steel menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurutnya, penggeledahan dilakukan secara serentak di sejumlah lokasi, termasuk sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, dan sebuah money changer, guna mencari serta mengamankan barang bukti.

Penyidik mendalami dugaan tindak pidana suap, gratifikasi, korupsi pengadaan batu bara PLN yang diduga memicu blackout di Sumatera, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Polisi memastikan pengusutan akan terus dikembangkan untuk menelusuri aliran dana, aset, dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Kasus ini menjadi salah satu penyidikan korupsi terbesar yang tengah ditangani Polri karena nilai aset yang disita mencapai ratusan miliar rupiah, termasuk puluhan kilogram emas batangan yang diduga berasal dari hasil kejahatan korupsi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika
32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan
Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi
Urus Perpanjangan Izin Tinggal di Jaksel, Buronan Dugaan Suap Thailand Malah Diciduk
PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Adukan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK
Biaya Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Ternyata Cukup Siapkan Sekitar Rp23 Juta
Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35 WIB

32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Urus Perpanjangan Izin Tinggal di Jaksel, Buronan Dugaan Suap Thailand Malah Diciduk

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:18 WIB

PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Adukan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK

Berita Terbaru

Donald Trump mengecam keras Norwegia dan Komite Nobel usai gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:17 WIB

Setahun pasca gencatan senjata Gaza pimpinan Donald Trump, serangan militer Israel tetap berlanjut dan rekonstruksi mangkrak. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:30 WIB

Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan komitmen menjaga kebebasan dan memperkuat pertahanan nasional dalam pidato Hari Nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Sabtu, 10 Okt 2026 - 22:07 WIB