Stok NAND untuk SSD Diprediksi Langka hingga 2030

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Phison memperingatkan pasokan chip NAND untuk SSD tidak akan mampu memenuhi permintaan selama empat tahun ke depan. Dok: Istimewa.

CEO Phison memperingatkan pasokan chip NAND untuk SSD tidak akan mampu memenuhi permintaan selama empat tahun ke depan. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Gamer tampaknya akan semakin sulit menyiapkan storage berbasis SSD untuk game mereka. Kondisi ini terjadi karena stok chip NAND diperkirakan berkurang hingga 2030.

Kebutuhan Storage yang Kian Mendesak

Bagi gamer, menambah storage berbasis SSD merupakan kebutuhan serius untuk memenuhi permintaan instalasi game terbaru. Kebutuhan ini berlaku baik untuk upgrade PC, console, maupun storage eksternal.

Namun, berita suram kini muncul dari Phison, produsen chip NAND asal Taiwan. Perusahaan tersebut memperkirakan stok chip NAND tidak akan mampu mengejar permintaan dalam sekitar empat tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peringatan Langsung dari CEO Phison

Peringatan ini datang langsung dari CEO Phison, Pua Khein-Seng. Ia menyebut kapasitas produksi NAND saat ini belum mampu memenuhi permintaan jangka pendek.

Baca Juga :  Facebook Dipenuhi Gambar Palsu Tersangka Penembakan Trump

Perusahaan tersebut kini membangun persediaan strategis untuk menjaga pasokan SSD enterprise. Fokus ini ditujukan bagi penyedia cloud dan perusahaan AI selama dua tahun ke depan. Akibatnya, pasokan untuk storage konsumen tidak lagi menjadi prioritas utama setidaknya hingga 2030.

Pergeseran Prioritas ke Data Center AI

Pernyataan ini juga memperlihatkan perubahan prioritas pasar yang cukup signifikan. Selain chip memori, chip NAND kini menjadi komponen penting bagi data center AI, bukan lagi terpusat untuk kebutuhan penyimpanan biasa.

Sebelumnya, Silicon Motion memperkirakan data center dapat menyerap 70 hingga 80 persen output NAND pada 2027. Artinya, konsumen PC dan gamer secara umum hanya mendapatkan porsi 20 persen sisanya.

Alasan di Balik Kenaikan Harga SSD

Kondisi ini menjelaskan mengapa kenaikan harga SSD semakin memprihatinkan belakangan ini. Sejumlah produsen telah menaikkan harga, sementara kapasitas produksi baru membutuhkan waktu lama untuk dibangun dan dioperasikan.

Baca Juga :  Gerakan Stop Killing Games Kritik Langkah Sony

Di sisi lain, produsen NAND memiliki insentif lebih besar mengalokasikan pasokan ke SSD enterprise. Permintaan dari perusahaan cloud dan AI menawarkan margin yang jauh lebih menguntungkan dibanding pasar konsumen.

Dampak bagi Gamer dan Strategi ke Depan

Bagi gamer sendiri, dampaknya bisa cukup terasa karena storage merupakan komponen yang mutlak dibutuhkan. Game baru membutuhkan storage semakin besar, sementara SSD berkapasitas kecil membuat jumlah game yang bisa terpasang menjadi sangat terbatas.

Jika harga NAND tetap tinggi selama beberapa tahun ke depan, biaya membangun atau meng-upgrade PC otomatis semakin terbebani. Bukan hanya GPU dan RAM, komponen storage yang sebelumnya relatif murah kini turut menyumbang beban biaya tersebut.

Gamer tampaknya harus mulai mengubah strategi pembelian di masa depan. Sebagian di antaranya mungkin memilih storage eksternal berbasis hard disk dengan kecepatan transfer yang jauh lebih lambat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Garmin Merilis Smartwatch Enduro 4 Berbekal Baterai Surya
Dell Merilis XPS 16 Creator Edition Berbekal NVIDIA RTX Spark
Xiaomi Melanjutkan Pembaruan HyperOS Untuk 32 Perangkat
GMK Merilis Keycap TriggerKey Untuk Mengatur Titik Aktuasi
Wiko Merilis Hi MateBook D 14 Ryzen Edition
Sony Mematenkan AI Adaptif Untuk NPC dan Boss
Kelompok Ransomware Qilin Menyerang 53 Perusahaan Jepang
Rockstar Merilis Edisi Kolektor GTA 6 Seharga 6 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Garmin Merilis Smartwatch Enduro 4 Berbekal Baterai Surya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dell Merilis XPS 16 Creator Edition Berbekal NVIDIA RTX Spark

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Xiaomi Melanjutkan Pembaruan HyperOS Untuk 32 Perangkat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Wiko Merilis Hi MateBook D 14 Ryzen Edition

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Sony Mematenkan AI Adaptif Untuk NPC dan Boss

Berita Terbaru

Garmin meluncurkan Enduro 4 dengan layar Power Sapphire, pengisian tenaga surya, baterai tanpa batas, dan siap hadir di Indonesia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Garmin Merilis Smartwatch Enduro 4 Berbekal Baterai Surya

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:45 WIB

Dell merilis laptop XPS 16 Creator Edition dengan NVIDIA RTX Spark, layar 3.2K Tandem OLED, dan RAM 32 GB. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Merilis XPS 16 Creator Edition Berbekal NVIDIA RTX Spark

Sabtu, 10 Okt 2026 - 11:43 WIB

Xiaomi kembali menyalurkan pembaruan sistem operasi HyperOS untuk 32 perangkat Redmi, POCO, dan Xiaomi pasca-libur Golden Week. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Melanjutkan Pembaruan HyperOS Untuk 32 Perangkat

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:00 WIB