BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Peta jalan ekonomi raksasa Asia untuk tahun depan telah resmi terbentang. Para pemimpin China menyelesaikan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan di Beijing pada Kamis (11/12/2025).
Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato kunci yang menetapkan nada optimis namun waspada. Dalam pidatonya, Xi meninjau kinerja ekonomi 2025 yang ia sebut sebagai tahun “luar biasa”.
Target utama pembangunan ekonomi dan sosial tahun ini berhasil tercapai. Selain itu, Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025) akan berakhir dengan catatan sukses. Meskipun demikian, Xi mengingatkan bahwa tantangan eksternal dan risiko domestik masih mengintai.
Strategi 2026: Konsumsi dan Kebijakan Longgar
Fokus utama Beijing pada 2026 adalah memperkuat pasar dalam negeri. Pertemuan tersebut menekankan perlunya memperluas permintaan domestik secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, China akan menerapkan kebijakan fiskal yang lebih proaktif. Tak hanya itu, kebijakan moneter yang “cukup longgar” akan menjadi andalan baru. Bank sentral akan menggunakan instrumen seperti rasio cadangan wajib dan suku bunga secara fleksibel untuk menjaga likuiditas tetap melimpah.
“Inisiatif khusus harus maju untuk mendongkrak konsumsi,” bunyi pernyataan hasil pertemuan tersebut.
Pemerintah berjanji menghapus pembatasan konsumsi yang tidak masuk akal. Tujuannya, mereka ingin membuka potensi penuh dari belanja jasa dan barang berkualitas tinggi bagi rakyat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“AI Plus” dan Inovasi Teknologi
Sektor teknologi mendapatkan sorotan khusus. China berambisi mempercepat pengembangan pendorong pertumbuhan baru. Salah satunya adalah memajukan “Inisiatif AI Plus”.
Pemerintah akan meningkatkan tata kelola kecerdasan buatan (AI) dan membina inovasi di bidang keuangan teknologi. Rencananya, pusat inovasi teknologi internasional akan dibangun di Beijing, Shanghai, dan Wilayah Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau.
Langkah ini menegaskan ambisi China untuk tidak hanya menjadi pabrik dunia, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam revolusi industri digital.
Stabilisasi Properti dan Transisi Hijau
Di sisi lain, manajemen risiko tetap menjadi prioritas. Pertemuan tersebut menekankan pentingnya menjinakkan risiko di sektor properti yang sempat terguncang.
Pemerintah akan memajukan pembangunan “rumah berkualitas” dan menyelesaikan risiko utang pemerintah daerah secara tertib. Sementara itu, komitmen terhadap lingkungan tidak kendur.
China bertekad mempromosikan transformasi hijau yang komprehensif. Maka, konservasi energi dan pengurangan karbon di industri utama akan terus berlanjut demi mencapai target netralitas karbon.
Menyongsong Rencana Lima Tahun ke-15
Pada akhirnya, tahun 2026 memiliki arti strategis yang vital. Tahun ini menjadi garis start bagi Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).
Xi mendesak seluruh elemen partai dan negara untuk bersatu. Harapannya, China dapat mengamankan perkembangan lapangan kerja dan bisnis yang stabil. Stabilitas sosial dan ekonomi menjadi kunci untuk menavigasi gelombang ketidakpastian global yang kian dalam.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency


















