POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Microsoft meluncurkan gelombang restrukturisasi besar-besaran pada divisi gaming Xbox pekan ini.
Langkah ini melanjutkan program pembenahan organisasi bertajuk Reset Xbox sejak Juli lalu.
Pemangkasan Pekerja dan Pengalihan Franchise Halo
Microsoft memangkas 268 posisi pekerjaan di tingkat studio dan manajemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perusahaan menyerahkan tanggung jawab pengembangan gim Halo berikutnya kepada Activision.
Activision membentuk tim khusus pengembang Halo secara terpisah dari tim Call of Duty.
Sementara itu, Halo Studios memangkas jumlah personel untuk fokus mendukung komunitas.
Microsoft juga memperluas peran Activision untuk menaungi studio World’s Edge dan Rare.
Penggabungan Studio dan Restrukturisasi Internal
Microsoft menempatkan studio Obsidian Entertainment langsung di bawah naungan Bethesda Game Studios.
Obsidian tetap melanjutkan proyek pengembangan gim Grounded serta seri Fallout terbaru.
Selain itu, Microsoft menggabungkan Turn 10 Studios ke dalam manajemen Playground Games.
Tim gabungan tersebut akan memusatkan pengembangan seri Forza dan proyek gim Fable.
Microsoft menyatukan tim-tim tersebut guna meningkatkan efisiensi pengembangan teknologi.
Divestasi Studio dan Ancaman Penutupan Ninja Theory
Beberapa studio sukses melepaskan diri dari Microsoft dan menjadi entitas independen.
Compulsion Games serta Double Fine berhasil mengamankan status sebagai studio mandiri.
Undead Labs juga menyelesaikan proses kemerdekaan dan tetap merilis State of Decay 3 di Game Pass.
Namun, Ninja Theory menghadapi ancaman penutupan setelah dua kesepakatan penjualan gagal.
Microsoft kini memulai proses konsultasi karyawan sambil mencari solusi terbaik bagi Ninja Theory.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













