Jejak CCTV Bawa Polisi ke Pelaku, 2 Terduga Pembunuh Wakil Rektor IT&B Ditangkap

Selasa, 29 September 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

KARO, POSNEWS.CO.ID – Misteri kematian Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia, Asprina br Surbakti (38), mulai menemukan titik terang.

Dua pria yang diduga terlibat dalam perampokan dan kematian Asprina berhasil ditangkap polisi. Keduanya dibekuk tim gabungan Jatanras Polda Sumatera Utara dan Satreskrim Polres Karo di wilayah Medan, Senin (28/9/2026).

Selain menangkap dua terduga pelaku, polisi juga berhasil menemukan kembali mobil Mitsubishi XForce milik korban yang sebelumnya raib dari rumah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan penangkapan tersebut. “Iya, dua orang ditangkap,” ujar Pedoman, Selasa (29/9/2026).

Kedua pria tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami motif, modus, serta peran masing-masing dalam kasus yang menewaskan Wakil Rektor II IT&B tersebut.

Ditangkap di Tempat Persembunyian

Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengembangkan informasi dan rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian.

Sebelumnya, polisi menemukan rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan dua pria masuk menggunakan sepeda motor di sekitar kompleks rumah korban.

Baca Juga :  Remaja 16 Tahun Bunuh Pacar Mahasiswi NTT di Indekos Jakarta Timur karena Cemburu

Tim gabungan kemudian bergerak mengejar keberadaan mereka hingga wilayah Belawan.

Saat hendak diamankan, kedua terduga pelaku disebut berusaha melarikan diri. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki keduanya.

Keduanya selanjutnya dibawa ke Polres Karo untuk menjalani pemeriksaan.

Namun, polisi belum membeberkan identitas kedua pria tersebut maupun peran masing-masing karena pemeriksaan masih berlangsung.

Mobil Korban Ikut Ditemukan

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan mobil Mitsubishi XForce bernomor polisi BK 1326 SAD.

Mobil tersebut sebelumnya tidak ditemukan ketika korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Kendaraan itu kemudian diduga dibawa pergi dari kediaman korban.

Penemuan mobil menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan perkara karena sejak awal polisi mendapati kendaraan dan telepon seluler korban tidak berada di rumah.

Sebelumnya, polisi masih mendalami apakah hilangnya barang-barang tersebut berkaitan dengan dugaan perampokan dan kematian korban.

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi

Kasus tersebut terbongkar pada Jumat (25/9/2026) malam.

Saat itu, pihak kampus berusaha menghubungi Asprina. Namun, panggilan telepon tidak mendapat respons.

Karena khawatir, pihak kampus kemudian menghubungi abang korban. Sang abang bersama petugas keamanan mendatangi rumah Asprina di Kompleks J-Kesain, Blok C1, Desa Raya, Kecamatan Berastagi.

Baca Juga :  Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Begitu masuk ke rumah, mereka menemukan Asprina sudah meninggal dunia di kamar mandi.

Saat ditemukan, darah terlihat keluar dari mulut korban. Namun, polisi tidak menemukan luka terbuka pada bagian luar tubuh.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Polisi Masih Dalami Motif

Setelah penangkapan dua terduga pelaku, penyidik kini memiliki pekerjaan penting untuk mengurai seluruh rangkaian kejadian.

Polisi masih memeriksa kedua pria tersebut untuk mengetahui bagaimana peristiwa berlangsung, apa motifnya, serta apakah ada pihak lain yang terlibat.

Hasil pemeriksaan forensik, rekaman CCTV, keterangan saksi, dan temuan mobil korban akan menjadi bagian penting dalam penyidikan.

Sementara itu, keluarga Asprina masih menunggu kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena kematian korban terjadi di dalam rumahnya sendiri. Polisi kini dituntut mengungkap secara terang rangkaian peristiwa tersebut agar keluarga mendapatkan kepastian hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ASDP Kerahkan 27 Kapal, Antrean Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai
Cekcok Tetangga di OKU Selatan Berujung Pria 65 Tahun Tewas Ditusuk Garpu
Demerina Pulang Setelah Disandera KKB, Nasib 7 Korban Lain Masih Misterius
Anak Tiri di Bandung Setrum Ibu Sambung hingga Tewas, Motifnya Bikin Geger
Pelajar 16 Tahun Tak Sadarkan Diri Diduga Dianiaya Kades di Lampung
Misteri Wakil Rektor IT&B Karo Tewas, Mobil XForce dan HP Hilang
Rafli Tewas Usai Bentrokan Tallo Makassar, Polisi Periksa Anggota dan CCTV
Fakta Baru Kematian Presenter TVRI Yanto Indorway, 2 Pria Jadi Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:24 WIB

Jejak CCTV Bawa Polisi ke Pelaku, 2 Terduga Pembunuh Wakil Rektor IT&B Ditangkap

Selasa, 29 September 2026 - 11:28 WIB

ASDP Kerahkan 27 Kapal, Antrean Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai

Selasa, 29 September 2026 - 06:07 WIB

Cekcok Tetangga di OKU Selatan Berujung Pria 65 Tahun Tewas Ditusuk Garpu

Senin, 28 September 2026 - 11:01 WIB

Demerina Pulang Setelah Disandera KKB, Nasib 7 Korban Lain Masih Misterius

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Anak Tiri di Bandung Setrum Ibu Sambung hingga Tewas, Motifnya Bikin Geger

Berita Terbaru

Logitech meluncurkan keyboard G Pro X2 Rapid dan mousepad G Pro X Control. Simak spesifikasi sakelar Hall Effect dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Logitech Pamerkan Keyboard G Pro X2 Rapid

Selasa, 29 Sep 2026 - 14:42 WIB