Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Prancis meliburkan 400 sekolah akibat aksi unjuk rasa siswa yang berujung rusuh di berbagai kota. Simak laporan selengkapnya. Dok: Istimewa.

Pemerintah Prancis meliburkan 400 sekolah akibat aksi unjuk rasa siswa yang berujung rusuh di berbagai kota. Simak laporan selengkapnya. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, PARIS – Pemerintah Prancis meliburkan sekitar 400 sekolah akibat gelombang unjuk rasa siswa yang semakin meluas.

Penutupan Ratusan Sekolah dan Tuduhan Politik

Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyampaikan keputusan penutupan tersebut melalui wawancara khusus dengan stasiun televisi France 2.

Beliau mengonfirmasi bahwa ratusan lembaga pendidikan menghentikan kegiatan belajar demi keamanan para siswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, badan intelijen menilai politisi sayap kiri radikal memicu gerakan protes berskala nasional ini.

Pihak intelijen menuduh anggota partai La France Insoumise memanaskan situasi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Solidaritas di Beijing: China dan Rusia Kecam Kebijakan Rudal Trump

Namun, anggota parlemen dari partai tersebut Louis Boyard secara tegas menolak tuduhan pemerintah tersebut.

Eskalasi Kerusuhan dan Kerusakan di Berbagai Kota

Aksi demonstrasi ini awalnya menyoroti masalah kekurangan tenaga pengajar serta kerusakan fisik bangunan sekolah.

Protes tersebut meletus di wilayah Paris sejak bulan lalu sebelum menyebar ke seluruh penjuru negeri.

Namun, aksi damai tersebut kini berubah menjadi kerusuhan brutal yang memicu pembakaran dan perusakan.

Baca Juga :  IO Interactive Sukses Hadirkan Sensasi Sinematik dalam 007 First Light

Bahkan, demonstran membakar fasilitas dua sekolah menengah atas saat melakukan aksi unjuk rasa pada hari Kamis.

Selain itu, pengunjuk rasa menyiram bensin ke arah para guru di kota Marseille secara tidak sengaja.

Sementara itu, kelompok pemuda membakar satu unit mobil di kota Strasbourg dalam rentetan aksi tersebut.

Polisi huru-hara juga terlibat bentrokan sengit dengan para pemuda di wilayah Toulouse.

Akibatnya, puluhan orang mengalami luka-luka dan polisi menahan ratusan demonstran di berbagai lokasi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Taiwan Menyambut Dua Jet Tempur F-16V Pertama
Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Iran Jamin Keamanan
Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Taiwan Menyambut Dua Jet Tempur F-16V Pertama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Iran Jamin Keamanan

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Berita Terbaru

Taiwan menerima dua jet tempur F-16V Block 70 pertama dari Amerika Serikat untuk memperkuat armada pertahanan udara. Simak informasi selengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Menyambut Dua Jet Tempur F-16V Pertama

Sabtu, 3 Okt 2026 - 11:30 WIB

Pemerintah Prancis meliburkan 400 sekolah akibat aksi unjuk rasa siswa yang berujung rusuh di berbagai kota. Simak laporan selengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:33 WIB