POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Gelombang penolakan terhadap kebijakan energi terbaru pemerintahan Amerika Serikat berlanjut ke jalur hukum.
Gugatan Hukum dan Penurunan Standar CAFE
Organisasi lingkungan hidup resmi menggugat pemerintahan Donald Trump pada hari Jumat.
Langkah hukum ini merespons keputusan pemerintah yang memangkas standar efisiensi bahan bakar (CAFE).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah menurunkan target efisiensi kendaraan dari 50,4 mil per galon menjadi 34,9 mil per galon.
Sebab, pejabat pemerintah mengklaim aturan lama memberatkan produsen otomotif dan konsumen.
Namun, para aktivis menilai kebijakan baru ini justru memicu bahaya pencemaran udara.
Dampak Lingkungan dan Lonjakan Harga Bahan Bakar
Aktivis Sierra Club menegaskan bahwa kebijakan ini memprioritaskan keuntungan perusahaan minyak.
Akibatnya, pengemudi harus mengeluarkan biaya bensin yang jauh lebih mahal.
Sementara itu, konflik kawasan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melambung tinggi.
Di sisi lain, harga bensin lokal telah menyentuh angka 4,50 dolar AS per galon.
Oleh karena itu, kebijakan pemotongan standar efisiensi ini datang pada waktu yang sangat buruk.
Reaksi Industri dan Kebijakan Otomotif
Di sisi lain, produsen otomotif menyambut baik kelonggaran standar efisiensi bahan bakar tersebut.
Menteri Transportasi Sean Duffy menyatakan kebijakan ini memberikan kebebasan bagi keluarga Amerika.
Selain itu, pemerintah ingin menghapus dorongan wajib untuk memproduksi kendaraan listrik.
Namun, lembaga lingkungan tetap mendesak pengadilan untuk membatalkan keputusan pemerintah tersebut.
Selanjutnya, pengadilan federal akan memeriksa gugatan dari kelompok lingkungan hidup ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













