POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Tim pengacara mantan atlet Olimpiade Amerika Serikat David Hearn mendesak dua pengawas pemerintah melakukan penyelidikan resmi.
Pasalnya, mereka meminta Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kehakiman memeriksa kegagalan renovasi Kolam Refleksi Lincoln.
Selain itu, tim pengacara menilai pemerintah merusak nama baik Hearn melalui tuduhan perusakan fasilitas publik secara serampangan.
Bahkan, jaksa federasi membatalkan seluruh dakwaan tersebut beberapa minggu setelah mengajukan tuduhan formal ke pengadilan.
Sebab, bukti menunjukkan bahwa kesalahan kontraktor pemerintah menyebabkan kerusakan lapisan kolam dan pertumbuhan ganggang.
Tekanan Politik dan Penanganan Kasus Hukum yang Cacat
Sementara itu, Presiden Donald Trump sempat menyalahkan pihak luar atas kerusakan kolam refleksi di Washington tersebut.
Namun, kontraktor gagal memasang lapisan kolam berwarna biru secara benar sejak bulan Mei.
Oleh sebab itu, pengacara Hearn menilai bahwa tuduhan hukum tersebut mencerminkan incompetensi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Bahkan, Jaksa Wilayah Columbia Jeanine Pirro menghadapi kemarahan Trump setelah menghentikan tuntutan pidana terhadap Hearn.
Dengan demikian, pengawas independen perlu memeriksa potensi tekanan politik dalam penegakan hukum kasus ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














