Viral 3 Bocah Cari Makan di Tempat Sampah, Fakta Sudinsos Bikin Prihatin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga bocah di Pisangan Timur yang viral dan mendapat perhatian Dinsos DKI Jakarta.

Tiga bocah di Pisangan Timur yang viral dan mendapat perhatian Dinsos DKI Jakarta.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tiga bocah di Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah disebut terlantar dan mencari makanan dari tempat sampah.

Informasi tersebut viral di media sosial. Namun, Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Timur turun langsung mengecek kondisi ketiga anak itu.

Hasilnya, petugas menemukan fakta berbeda. Sudinsos Jaktim memastikan informasi ketiga bocah mencari makan di tempat sampah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Sudinsos Jakarta Timur Agata Bayu Putra mengatakan, petugas melakukan kunjungan rumah pada Senin (5/10/2026).

Petugas mendatangi kediaman Ketua RT 13/RW 10 Kelurahan Pisangan Timur untuk memastikan kondisi keluarga tersebut.

Berdasarkan pengecekan dan keterangan warga, ketiga anak merupakan bagian dari keluarga Wirawan Santoso dan Mega Suci Rahmawati. Pasangan tersebut diketahui memiliki enam anak.

β€œTerkait laporan bahwasanya ketiga anak yang viral mencari makan di tempat sampah, hal tersebut tidak benar adanya,” kata Agata, Rabu (7/10/2026).

Ibu Pergi, Ayah Kerja Serabutan

Di balik kabar viral itu, petugas menemukan persoalan lain yang tidak kalah memprihatinkan.

Baca Juga :  Rumah Terkunci Jadi Petaka, 5 Orang Sekeluarga Tewas Terbakar - Api dari Tiang Listrik

Saat kunjungan berlangsung, Mega tidak berada di rumah. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, ibu anak-anak tersebut telah meninggalkan keluarga sekitar enam bulan terakhir.

Sementara itu, Wirawan tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski demikian, keluarga tersebut tidak sepenuhnya luput dari perhatian lingkungan. Warga dan pengurus RT 13/RW 10 selama ini ikut membantu dengan memberikan makanan serta pakaian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi keluarga bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Administrasi kependudukan juga menjadi masalah yang harus segera diselesaikan.

Belum Punya Akta Kelahiran

Sudinsos menemukan ketiga anak tersebut terkendala dokumen kependudukan. Wirawan dan Mega diketahui tidak menikah secara resmi atau tercatat.

Kondisi itu membuat anak-anak mengalami kendala dalam mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran.

Dampaknya, mereka juga belum bisa didaftarkan dalam sejumlah program bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Karena itu, Pemprov DKI tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan dasar. Dinas Sosial juga mulai mendorong penyelesaian administrasi agar hak anak atas identitas kependudukan dapat terpenuhi.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta bersama jajarannya berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta serta Kelurahan Pisangan Timur.

Baca Juga :  SALAM Ubah Wajah Layanan Bea Cukai Marunda

Langkah tersebut diharapkan membuat ketiga anak segera memiliki dokumen kependudukan. Setelah itu, mereka dapat mengakses bantuan sosial dan layanan pemerintah sesuai ketentuan.

Dinsos Beri Bantuan Kebutuhan Dasar

Sebagai penanganan awal, Dinsos DKI memberikan sejumlah kebutuhan dasar kepada keluarga tersebut.

Bantuan itu berupa bubur bayi, biskuit, pampers, serta mainan atau boneka. Bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan anak-anak.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga terus memberikan dukungan. Warga dan pengurus lingkungan selama ini membantu memenuhi kebutuhan makanan dan pakaian keluarga.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa viral di media sosial tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya.

Pemerintah dan masyarakat perlu melakukan verifikasi sebelum menyimpulkan kondisi seseorang, terlebih ketika menyangkut anak-anak.

Namun, setelah informasi awal terbantahkan, persoalan ketiga bocah tersebut tetap membutuhkan pendampingan.

Pemenuhan identitas kependudukan menjadi langkah penting agar mereka tidak kehilangan akses terhadap pendidikan, layanan sosial, kesehatan, dan berbagai perlindungan yang menjadi hak anak.

Pemprov DKI kini menindaklanjuti persoalan tersebut melalui koordinasi lintas instansi. Dengan begitu, perhatian terhadap ketiga anak tidak berhenti setelah kabar mereka viral di media sosial. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SD Kemala Bhayangkari 1 Rorotan Direnovasi, Pendidikan Anak Jadi Perhatian
Jangan Terkecoh Langit Cerah, Hujan Lebat Mengintai 7 Wilayah Jabodetabek
Mengenaskan! Dua Pemuda Terjebak Api di Lantai 2, Pintu Rumah Terkunci
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan, Suhu Capai 34 Derajat
Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan 2 Lansia, 25 Warga Selamat
29 Perusahaan Kena Sanksi soal Sampah di Jakarta, Ini Ancaman Berikutnya
Demo Mahasiswa di DPR Hari Ini, 3.983 Personel Siaga dan Lalu Lintas Diatur
Cilangkap Dipadati Kegiatan HUT TNI, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Viral 3 Bocah Cari Makan di Tempat Sampah, Fakta Sudinsos Bikin Prihatin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:10 WIB

SD Kemala Bhayangkari 1 Rorotan Direnovasi, Pendidikan Anak Jadi Perhatian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Jangan Terkecoh Langit Cerah, Hujan Lebat Mengintai 7 Wilayah Jabodetabek

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Mengenaskan! Dua Pemuda Terjebak Api di Lantai 2, Pintu Rumah Terkunci

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan, Suhu Capai 34 Derajat

Berita Terbaru

Henri B Kagan dan Kenso Soai meraih Hadiah Nobel Kimia atas penemuan autokatalisis dan efek non-linear. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:04 WIB