POSNEWS.CO.ID, TAIPEI – Presiden Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan menghargai perdamaian tanpa mengorbankan kebebasan warga.
Sebab, Taiwan menghadapi tekanan militer dan politik yang semakin meningkat dari pihak China.
Oleh karena itu, pemerintah Taiwan meningkatkan anggaran pertahanan serta memodernisasi kekuatan pasukan bersenjata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini bertujuan mencegah potensi perang dan bukan memicu konfrontasi dengan Beijing.
Selanjutnya, Lai menekankan pentingnya penghormatan internasional terhadap hak hidup seluruh rakyat Taiwan.
Bahkan, beliau mengibaratkan Taiwan sebagai kota di atas bukit yang berdiri teguh.
Meskipun demikian, Taiwan tetap membuka peluang dialog yang setara serta bermartabat dengan semua pihak.
Respon Internasional dan Hubungan Diplomatik
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menyambut positif komitmen perdamaian dari Presiden Lai.
Pejabat senior Amerika Serikat mengimbau China agar tidak menggunakan pidato rutin ini sebagai dalih agresi.
Sebab, Amerika Serikat merupakan mitra internasional paling penting bagi pertahanan wilayah Taiwan.
Selain itu, Lai menyambut baik dialog antara Amerika Serikat dan China untuk mengelola persaingan global.
Namun demikian, beliau mengajak negara-negara demokrasi kawasan Indo-Pasifik untuk bersatu menjaga stabilitas.
Dengan demikian, perayaan Hari Nasional ini memperkuat tekad Taiwan dalam mempertahankan sistem demokrasi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













