Banjir Deepfake di Platform X: Disinformasi AI Kaburkan Realita Perang Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang informasi di ruang digital. Video AI yang menggambarkan tentara AS ditawan Iran hingga kehancuran kota-kota Israel membanjiri platform X, menguji kebijakan baru Elon Musk dalam memberantas disinformasi. Dok: Istimewa.

Perang informasi di ruang digital. Video AI yang menggambarkan tentara AS ditawan Iran hingga kehancuran kota-kota Israel membanjiri platform X, menguji kebijakan baru Elon Musk dalam memberantas disinformasi. Dok: Istimewa.

SAN FRANCISCO, POSNEWS.CO.ID – Video hasil buatan AI yang menggambarkan tentara Amerika Serikat ditawan Iran kini beredar luas di platform X milik Elon Musk. Selain itu, muncul pula visual palsu mengenai kota-kota Israel yang hancur lebur serta kedutaan besar AS yang terbakar hebat. Fenomena ini menandai lonjakan drastis deepfake yang sangat realistis di tengah berkecamuknya perang Iran.

Dalam konteks ini, para peneliti menyebutkan bahwa banjir visual AI ini jauh melampaui konflik-konflik sebelumnya. Akibatnya, pengguna media sosial sering kali gagal membedakan antara fakta lapangan dan fabrikasi digital. Kondisi ini memperparah ketidakpastian informasi di tengah situasi keamanan global yang sedang volatil.

Kebijakan Baru X: Demonetisasi Konten AI

Pihak X akhirnya mengambil langkah tegas untuk melindungi “informasi autentik” selama konflik berlangsung. Pekan lalu, X mengumumkan akan menangguhkan kreator dari program berbagi pendapatan selama 90 hari jika mereka mengunggah video perang buatan AI tanpa label pengenal. Bahkan, pelanggaran berulang akan mengakibatkan suspensi akun secara permanen.

Baca Juga :  Diplomasi PBB: Tiongkok Dorong Solusi Politik Ukraina

Kepala produk X, Nikita Bier, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi insentif bagi penyebar kebohongan. Namun, para peneliti disinformasi tetap merasa skeptis terhadap efektivitas aturan tersebut. Sebab, banyak akun premium “centang biru” masih terus membagikan klip AI mengenai serangan nuklir Iran ke Israel meskipun aturan baru telah berlaku.

Kegagalan Grok dan Insentif Finansial Disinformasi

Sistem verifikasi internal X pun menunjukkan kelemahan yang signifikan. Chatbot AI milik X, Grok, justru memberikan informasi salah kepada pengguna dengan mengeklaim bahwa visual AI tersebut adalah nyata. Oleh karena itu, teknologi internal X sendiri tampaknya memperburuk masalah disinformasi daripada menyelesaikannya.

Terlebih lagi, model bisnis X yang memungkinkan akun premium mendapatkan bayaran berdasarkan interaksi telah memicu gairah finansial untuk menyebarkan konten sensasional. Sebagai contoh, sebuah akun premium mengunggah video AI gedung Burj Khalifa yang terbakar dan mengabaikan peringatan untuk melabeli konten tersebut. Video tersebut tetap tayang dan berhasil meraih lebih dari dua juta penayangan.

Baca Juga :  MUI Kritik Pasal KUHP Baru Soal Nikah Siri dan Poligami, Nilai Bertentangan dengan Hukum Islam

Tantangan Verifikasi dan Kedaulatan Informasi

Lembaga penelitian Tech Transparency Project juga melaporkan bahwa X kemungkinan besar mengambil keuntungan dari akun-akun pejabat pemerintah Iran yang menyebarkan propaganda. Meskipun X telah menghapus beberapa tanda centang biru setelah laporan tersebut, pengaruh narasi palsu tetap meluas. Secara simultan, efektivitas sistem Community Notes terus mendapatkan sorotan karena lebih dari 90 persen catatan tersebut tidak pernah terbit ke publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhirnya, krisis deepfake ini membuktikan bahwa teknologi AI berkembang lebih cepat daripada kemampuan verifikasi manusia. Oleh sebab itu, kedaulatan informasi digital kini berada dalam ancaman serius dari para aktor yang mengejar keuntungan ekonomi di atas tragedi kemanusiaan. Dengan demikian, masa depan platform X sebagai sumber berita terpercaya akan sangat bergantung pada implementasi teknis yang jauh lebih ketat di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata
Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja
Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar
May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung
Raja Charles III Beri Penghormatan di Ground Zero dan Kunjungi Harlem
WNI Ditangkap di Mekkah! Sindikat Penipuan Haji Ilegal Terbongkar, Pakai Atribut Petugas
Kepingan Logam di Gunung Takachiho yang Menyatukan Keluarga Korban PD II

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 April 2026 - 16:34 WIB

Bareskrim Bongkar Modus Haji Instan, Jamaah Dikirim Pakai Visa Tenaga Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 16:19 WIB

May Day 2026: 200 Ribu Buruh Kepung Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kamis, 30 April 2026 - 15:24 WIB

Trump Bersiap untuk Blokade Panjang Iran: Temui Eksekutif Minyak Saat Harga Melambung

Berita Terbaru

Sinyal perdamaian dari Ruang Oval. Presiden Donald Trump mengusulkan gencatan senjata sementara di Ukraina saat memperingati berakhirnya Perang Dunia II, sembari menolak tawaran bantuan nuklir Iran dari Vladimir Putin sebelum perang di Eropa berakhir. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Diplomasi Telepon Trump-Putin: Usulan Gencatan Senjata

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:35 WIB

Konfrontasi di Kongres. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari anggota Partai Demokrat terkait biaya perang yang membengkak dan pembersihan kepemimpinan di Pentagon tanpa persetujuan Kongres. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:29 WIB