Suhu Samudra Dekati Rekor Tertinggi Jelang Super El Niño

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Badai ganda mengancam kawasan. Fenomena El Nino ekstrem berpadu dengan krisis pupuk global siap melambungkan harga pangan di Asia Tenggara. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Badai ganda mengancam kawasan. Fenomena El Nino ekstrem berpadu dengan krisis pupuk global siap melambungkan harga pangan di Asia Tenggara. Dok: Istimewa.

BRUSSEL, POSNEWS.CO.ID – Kondisi iklim dunia memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan. Pemantau iklim Uni Eropa menyatakan bahwa suhu samudra saat ini terus merayap menuju level rekor tertinggi seiring dengan pergeseran pola cuaca menuju fenomena El Niño yang berpotensi sangat kuat.

Samantha Burgess dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) mengungkapkan bahwa suhu permukaan laut dalam beberapa hari terakhir hampir menyamai rekor tertinggi tahun 2024. Bahkan, Burgess memprediksi bulan Mei 2026 akan memecahkan rekor suhunya sendiri hanya dalam hitungan hari.

Gelombang Panas Laut dan Transisi El Niño

Layanan Perubahan Iklim Copernicus mencatat bahwa suhu permukaan laut pada April lalu “beringsut secara bertahap” menuju angka tertinggi. Fenomena ini merupakan refleksi nyata dari transisi menuju El Niño yang para ahli perkirakan akan tiba dalam beberapa bulan mendatang.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) juga telah mengeluarkan peringatan serupa. Kondisi El Niño kemungkinan besar akan berkembang antara Mei hingga Juli 2026. Oleh karena itu, siklus iklim alami di Samudra Pasifik ini diprediksi akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kekeringan, curah hujan ekstrem, dan berbagai peristiwa cuaca anomali lainnya di berbagai belahan dunia.

Prediksi 2027: Tahun Terpanas dalam Sejarah?

Sejumlah lembaga cuaca memprediksi bahwa El Niño kali ini akan menjadi fenomena “super” yang mampu menyaingi kekuatan El Niño tiga dekade silam. Zeke Hausfather, ilmuwan dari Berkeley Earth, menilai bahwa El Niño yang kuat akan meningkatkan peluang tahun 2027 menjadi tahun terpanas yang pernah manusia catat.

Dalam hal ini, Samantha Burgess mendukung pandangan tersebut. “Kita kemungkinan besar akan melihat tahun 2027 melampaui rekor tahun 2024 sebagai tahun terpanas,” tegas Burgess. Ia menjelaskan bahwa dampak El Niño terhadap suhu global biasanya baru mencapai puncaknya satu tahun setelah fenomena tersebut mencapai intensitas tertinggi.

Latar Belakang: Dampak Emisi Gas Rumah Kaca

Para ilmuwan menekankan bahwa El Niño bukan satu-satunya penyebab kehangatan lautan yang luar biasa ini. Fenomena tersebut terjadi di atas latar belakang pemanasan global jangka panjang yang pemicu utamanya adalah emisi gas rumah kaca.

Baca Juga :  Ledakan Guncang Kedubes AS di Oslo: Polisi Buru Pelaku di Tengah Siaga Keamanan Global

Samudra berperan krusial dengan menyerap sekitar 90 persen kelebihan panas hasil aktivitas manusia. Laporan bulanan Copernicus merinci fakta-fakta berikut:

  • Suhu April: Menjadi April terpanas ketiga secara global.
  • Ambang Batas: Suhu dunia berada 1,43°C di atas tolok ukur pra-industri (1850-1900).
  • Es Arktik: Luas es laut Kutub Utara tetap berada di dekat rekor terendah.

Menghadapi Musim Panas yang Ekstrem

Kondisi lautan yang memanas ini menjadi fondasi bagi musim panas yang lebih panas dan kering di Eropa, yang meningkatkan risiko kebakaran hutan serta kekeringan parah. Masyarakat internasional kini harus bersiap menghadapi rentetan peristiwa ekstrem yang kian sering terjadi.

Singkatnya, setiap bulan memberikan data baru bahwa dampak perubahan iklim menciptakan peristiwa-peristiwa yang semakin tidak terduga. Di tahun 2026 ini, keberhasilan mitigasi emisi menjadi satu-satunya jalan untuk mengerem laju kenaikan suhu yang mengancam stabilitas biosfer Bumi di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Selasa, 22 September 2026 - 06:00 WIB

Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB

Kamera portabel CAIM1 memakai kipas mini Noctua NF-A4x10 untuk pendinginan video 4K dan pemrosesan kriptografi. Simak detail spesifikasinya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:29 WIB