POSNEWS.CO.ID, ZAPORIZHZHIA – Serangan bom Rusia menghantam wilayah pemukiman kota Zaporizhzhia pada Sabtu lalu.
Pasalnya, gempuran udara tersebut menewaskan sedikitnya 20 warga sipil termasuk tiga anak-anak.
Selain itu, serangan lima bom luncur ini juga melukai 18 warga lokal lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecaman Keras Presiden Volodymyr Zelenskyy
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy langsung menyampaikan kecaman keras terhadap kebijakan Gedung Putih.
Sebab, Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mencabut sanksi ekspor diesel untuk Rusia.
Zelenskyy menilai bahwa keputusan tersebut justru memberi sinyal hijau bagi Rusia untuk terus berperang.
Bahkan, tentara Rusia melancarkan gelombang serangan udara baru secara masif ke wilayah Ukraina.
Dampak Kerusakan dan Negosiasi Diplomatik
Sementara itu, gempuran drone Rusia juga merusak jaringan listrik utama kota Kyiv.
Akibatnya, pemerintah setempat menghentikan seluruh operasional kereta metro akibat pemadaman listrik total.
Padahal, para diplomat Ukraina sedang menggelar perundingan damai bersama utusan Amerika Serikat.
Oleh karena itu, Ukraina mendesak pihak Amerika Serikat agar meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Moskow.
Dengan demikian, masa depan negosiasi perdamaian kedua negara kini menghadapi ketidakpastian tinggi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













