Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan lima bom luncur Rusia di Zaporizhzhia menewaskan 20 warga sipil pasca Donald Trump mencabut sanksi ekspor diesel Rusia. Dok: Istimewa.

Serangan lima bom luncur Rusia di Zaporizhzhia menewaskan 20 warga sipil pasca Donald Trump mencabut sanksi ekspor diesel Rusia. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, ZAPORIZHZHIA – Serangan bom Rusia menghantam wilayah pemukiman kota Zaporizhzhia pada Sabtu lalu.

Pasalnya, gempuran udara tersebut menewaskan sedikitnya 20 warga sipil termasuk tiga anak-anak.

Selain itu, serangan lima bom luncur ini juga melukai 18 warga lokal lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecaman Keras Presiden Volodymyr Zelenskyy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy langsung menyampaikan kecaman keras terhadap kebijakan Gedung Putih.

Baca Juga :  Iran Targetkan Infrastruktur Sipil saat Krisis Energi Mendekat

Sebab, Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mencabut sanksi ekspor diesel untuk Rusia.

Zelenskyy menilai bahwa keputusan tersebut justru memberi sinyal hijau bagi Rusia untuk terus berperang.

Bahkan, tentara Rusia melancarkan gelombang serangan udara baru secara masif ke wilayah Ukraina.

Dampak Kerusakan dan Negosiasi Diplomatik

Sementara itu, gempuran drone Rusia juga merusak jaringan listrik utama kota Kyiv.

Baca Juga :  Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Akibatnya, pemerintah setempat menghentikan seluruh operasional kereta metro akibat pemadaman listrik total.

Padahal, para diplomat Ukraina sedang menggelar perundingan damai bersama utusan Amerika Serikat.

Oleh karena itu, Ukraina mendesak pihak Amerika Serikat agar meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Moskow.

Dengan demikian, masa depan negosiasi perdamaian kedua negara kini menghadapi ketidakpastian tinggi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung
Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian
JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan
Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro
Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:17 WIB

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Berita Terbaru

Samsung merilis Galaxy A27 5G Gaming Package berbonus jersey Free Fire, voucher Diamond, dan adaptor 25W seharga Rp7 jutaan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Meluncurkan Galaxy A27 5G Gaming Package

Minggu, 11 Okt 2026 - 11:04 WIB

Corsair merilis headset gaming HS80 v2 MAX Wireless berbekal driver neodymium 50 mm, Dolby Atmos, dan baterai 110 jam. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Corsair Merilis Headset Gaming HS80 v2 MAX Wireless

Minggu, 11 Okt 2026 - 10:00 WIB

Amazfit merilis smartwatch Active 2 Square Premium Edition berbekal bodi stainless steel, layar Sapphire Glass, dan baterai 10 hari. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Amazfit Merilis Smartwatch Active 2 Square Premium

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:48 WIB

Kepolisian New Delhi menangkap 2.000 lebih demonstran gerakan pemuda pasca aksi unjuk rasa pembaharuan daftar pemilih KPU India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:34 WIB

Serangan lima bom luncur Rusia di Zaporizhzhia menewaskan 20 warga sipil pasca Donald Trump mencabut sanksi ekspor diesel Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:00 WIB