KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Ukraina meningkatkan kewaspadaan di wilayah perbatasan utara. Presiden Volodymyr Zelenskyy memerintahkan pengerahan pasukan tambahan untuk mengantisipasi potensi serangan baru dari Rusia. Langkah ini merupakan bentuk pencegahan terhadap skenario ofensif yang intelijen mereka petakan.
Zelenskyy menyampaikan informasi ini melalui akun media sosial X. Ia menjelaskan bahwa intelijen Ukraina telah menganalisis lima skenario rencana serangan Rusia. Menurutnya, Rusia berencana memperluas operasi militer dari arah utara ibu kota.
Ancaman Strategis dari Arah Belarus
Pemerintah Ukraina menyoroti jalur Chernihiv-Kyiv sebagai rute yang sangat rentan. Jalur ini merupakan jalan tol utama yang menghubungkan Belarus dengan ibu kota Ukraina. Oleh karena itu, militer Ukraina akan memperkuat pos pertahanan di sektor tersebut.
Selain itu, Zelenskyy memberikan peringatan berulang mengenai ancaman dari Belarus. Belarus merupakan sekutu terdekat Rusia. Sejauh ini, Ukraina mencatat adanya aktivitas yang tidak lazim di sepanjang perbatasan. Namun, juru bicara penjaga perbatasan Ukraina, Andriy Demchenko, menyatakan bahwa mereka belum melihat pergerakan pasukan atau peralatan militer secara fisik tepat di garis perbatasan.
Tekanan Diplomatik bagi Minsk
Kyiv tidak hanya fokus pada pertahanan fisik. Kementerian Luar Negeri Ukraina juga menyiapkan langkah diplomatik tambahan terhadap Belarus. Selanjutnya, mereka akan memberi tekanan agar Minsk tidak membiarkan wilayahnya menjadi panggung serangan baru.
Presiden Zelenskyy menyatakan kekesalannya dalam pidato malam hari. Ia merasa lelah dengan ancaman konstan bahwa Rusia akan menyeret Belarus lebih dalam ke dalam perang. “Mereka harus memahami bahwa tindakan tersebut memiliki konsekuensi yang sangat serius,” tegasnya.
Memori Invasi 2022
Pasukan Ukraina pernah berhasil memukul mundur kolom lapis baja Rusia yang mencoba menyerang Kyiv dari utara pada tahun 2022. Maka dari itu, militer Ukraina kini menggunakan pengalaman tersebut untuk merancang pertahanan yang lebih solid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, Minsk tetap menjadi pendukung setia Moskow. Rusia sering menggunakan wilayah Belarus untuk meluncurkan drone ke arah Ukraina. Bahkan, Belarus pernah mengakui pengerahan sistem rudal balistik hipersonik Oreshnik milik Rusia di wilayah mereka.
Menghadapi Ancaman Jangka Panjang
Situasi di perbatasan utara tetap menjadi perhatian utama bagi stabilitas Kyiv. Singkatnya, langkah pengerahan pasukan ini merupakan tindakan preventif yang krusial. Pemerintah ingin memastikan bahwa skenario invasi masa lalu tidak akan terulang kembali.
Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau dengan saksama pergerakan militer di sepanjang perbatasan Belarus-Ukraina. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, ketahanan pertahanan di sisi utara menjadi penentu utama bagi kelangsungan kedaulatan Ukraina.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












