Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah preventif di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah utara dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Belarus guna menangkal ancaman serangan baru Rusia. Dok: Istimewa.

Langkah preventif di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah utara dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Belarus guna menangkal ancaman serangan baru Rusia. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Ukraina meningkatkan kewaspadaan di wilayah perbatasan utara. Presiden Volodymyr Zelenskyy memerintahkan pengerahan pasukan tambahan untuk mengantisipasi potensi serangan baru dari Rusia. Langkah ini merupakan bentuk pencegahan terhadap skenario ofensif yang intelijen mereka petakan.

Zelenskyy menyampaikan informasi ini melalui akun media sosial X. Ia menjelaskan bahwa intelijen Ukraina telah menganalisis lima skenario rencana serangan Rusia. Menurutnya, Rusia berencana memperluas operasi militer dari arah utara ibu kota.

Ancaman Strategis dari Arah Belarus

Pemerintah Ukraina menyoroti jalur Chernihiv-Kyiv sebagai rute yang sangat rentan. Jalur ini merupakan jalan tol utama yang menghubungkan Belarus dengan ibu kota Ukraina. Oleh karena itu, militer Ukraina akan memperkuat pos pertahanan di sektor tersebut.

Selain itu, Zelenskyy memberikan peringatan berulang mengenai ancaman dari Belarus. Belarus merupakan sekutu terdekat Rusia. Sejauh ini, Ukraina mencatat adanya aktivitas yang tidak lazim di sepanjang perbatasan. Namun, juru bicara penjaga perbatasan Ukraina, Andriy Demchenko, menyatakan bahwa mereka belum melihat pergerakan pasukan atau peralatan militer secara fisik tepat di garis perbatasan.

Baca Juga :  Trump Undang Putin ke KTT G20 Miami guna Akhiri Isolasi Rusia

Tekanan Diplomatik bagi Minsk

Kyiv tidak hanya fokus pada pertahanan fisik. Kementerian Luar Negeri Ukraina juga menyiapkan langkah diplomatik tambahan terhadap Belarus. Selanjutnya, mereka akan memberi tekanan agar Minsk tidak membiarkan wilayahnya menjadi panggung serangan baru.

Presiden Zelenskyy menyatakan kekesalannya dalam pidato malam hari. Ia merasa lelah dengan ancaman konstan bahwa Rusia akan menyeret Belarus lebih dalam ke dalam perang. “Mereka harus memahami bahwa tindakan tersebut memiliki konsekuensi yang sangat serius,” tegasnya.

Memori Invasi 2022

Pasukan Ukraina pernah berhasil memukul mundur kolom lapis baja Rusia yang mencoba menyerang Kyiv dari utara pada tahun 2022. Maka dari itu, militer Ukraina kini menggunakan pengalaman tersebut untuk merancang pertahanan yang lebih solid.

Baca Juga :  Aksi Copet di CFD Bundaran HI Digagalkan, Dua Terduga Pelaku Diciduk Polisi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, Minsk tetap menjadi pendukung setia Moskow. Rusia sering menggunakan wilayah Belarus untuk meluncurkan drone ke arah Ukraina. Bahkan, Belarus pernah mengakui pengerahan sistem rudal balistik hipersonik Oreshnik milik Rusia di wilayah mereka.

Menghadapi Ancaman Jangka Panjang

Situasi di perbatasan utara tetap menjadi perhatian utama bagi stabilitas Kyiv. Singkatnya, langkah pengerahan pasukan ini merupakan tindakan preventif yang krusial. Pemerintah ingin memastikan bahwa skenario invasi masa lalu tidak akan terulang kembali.

Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau dengan saksama pergerakan militer di sepanjang perbatasan Belarus-Ukraina. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, ketahanan pertahanan di sisi utara menjadi penentu utama bagi kelangsungan kedaulatan Ukraina.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian
Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang
Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik
Menteri HAM Dorong Penghapusan Jejak Digital bagi Terdakwa Tak Bersalah
Solidaritas di Beijing: China dan Rusia Kecam Kebijakan Rudal Trump
Senator Republik Ragu Dukung Dana Keamanan $1 Miliar
Polisi Bongkar Gudang Bawang Ilegal, Perputaran Uang Tembus Rp24,96 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:58 WIB

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:06 WIB

Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:21 WIB

WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik

Berita Terbaru

Langkah preventif di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah utara dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Belarus guna menangkal ancaman serangan baru Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola strain Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

INTERNASIONAL

WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:21 WIB