JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi mendalami tiga orang menjadi korban penyerangan bersenjata di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.
Dua korban mengalami luka bacok, sedangkan satu lainnya terluka akibat tembakan di bagian telinga.
Polisi kini menyelidiki pelaku dan motif penyerangan tersebut. Penyidik juga akan menguji balistik proyektil yang ditemukan di lokasi untuk mengidentifikasi jenis peluru dan senjata api yang digunakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, petugas menemukan tiga barang bukti terkait tembakan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Di TKP kita dapatkan dua proyektil peluru yang sudah tinggal selongsongnya, dan satu proyektil peluru yang masih utuh. Kita akan cek balistik peluru tersebut,” kata Nasriadi, Kamis (15/10/2026).
Menurut dia, pemeriksaan balistik akan membantu penyidik mengetahui jenis dan kaliber peluru. Hasil pemeriksaan juga diharapkan memberi petunjuk mengenai senjata api yang digunakan pelaku.
Korban Diserang Saat Bersantai di Pinggir Kali
Nasriadi menjelaskan, penyerangan bermula ketika ketiga korban sedang bersantai di pinggir kali. Tiba-tiba, sebuah kendaraan datang dan beberapa orang turun.
Tanpa diduga, kelompok tersebut langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam dan senjata api.
“Setelah itu turun beberapa orang langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan menggunakan senjata api. Korban tiga orang,” ujarnya.
Akibat serangan itu, dua korban mengalami luka bacok di lengan dan punggung. Sementara itu, satu korban mengalami luka tembak di bagian telinga.
Petugas kemudian membawa ketiga korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Nasriadi menyebut kondisi mereka sadar dan mampu menceritakan kronologi kejadian kepada polisi.
“Ketiga korban dalam keadaan saat ini telah kita bawa langsung ke rumah sakit dalam proses perawatan, dan korban dinyatakan sehat, sadar, bisa menyampaikan kronologis kejadian,” ungkapnya.
Polisi Selidiki Dugaan Kaitannya dengan Penggerebekan Narkoba
Polisi juga mendalami kemungkinan hubungan penyerangan tersebut dengan penggerebekan narkoba di Kampung Ambon pada awal pekan ini.
Namun, Nasriadi menegaskan penyidik masih mengumpulkan bukti untuk memastikan keterkaitan kedua peristiwa tersebut.
“Saat ini anggota kami masih melakukan proses penyelidikan untuk mengetahui pelaku penyerangan tersebut. Apakah ada hubungannya dengan peristiwa penggerebekan Kampung Ambon ini atau tidak ada, kita akan terus melakukan penyelidikan,” katanya.
Dugaan itu turut menjadi perhatian setelah sejumlah lapak di Jalan Tanggul Timur, Cengkareng, yang berhadapan dengan Kompleks Permata Cengkareng atau Kampung Ambon, diratakan menggunakan alat berat.
Menurut polisi, lapak-lapak tersebut diduga menjadi tempat konsumsi narkoba. Petugas juga memusnahkan barang bukti dalam rangkaian penindakan sebelumnya.
Selain penyerangan, polisi menyelidiki kebakaran di sejumlah lokasi yang sebelumnya diduga digunakan sebagai lapak narkoba dan telah diratakan petugas.
Nasriadi mengatakan, penyidik belum menyimpulkan apakah kebakaran tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap operasi polisi atau terjadi karena faktor lain.
“Kita masih lakukan proses penyelidikan apakah ini sengaja dibakar sebagai wujud perlawanan bandar narkoba terhadap peristiwa yang kita lakukan, penggerebekan, penangkapan, dan sebagainya atau memang terbakar,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih memburu petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku, motif penyerangan, serta kemungkinan kaitannya dengan rangkaian penindakan narkoba di kawasan tersebut.
Pemeriksaan balistik dan keterangan para korban menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap peristiwa yang melukai tiga orang itu. **
Editor : Hadwan













