Aiptu Sumaryanto Gugur saat Operasi Narkoba di Katingan, Jenazah Ditemukan di Sungai

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan mengevakuasi jenazah Aiptu Sumaryanto yang ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei setelah operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. (Posnews/Bareskrim Polri)

Tim gabungan mengevakuasi jenazah Aiptu Sumaryanto yang ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei setelah operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. (Posnews/Bareskrim Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pengorbanan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto, akhirnya menemukan kepastian.

Setelah beberapa hari dinyatakan hilang saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai pada Minggu (5/7/2026).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, membenarkan penemuan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tim gabungan menemukan jenazah Aiptu Sumaryanto setelah melakukan penyisiran intensif sejak pagi.

“Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).

Ditemukan di Sungai Tumbang Kalemei

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polda Kalimantan Tengah, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta masyarakat memulai pencarian sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga :  Modus Periksa Surat Kendaraan, Polisi Gadungan Kakak-Adik Bunuh Pemancing di Bandung

Mereka menyisir aliran sungai, tepian hutan, hingga kawasan Pasar Desa Samba menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.30 WIB, tim menemukan jenazah Aiptu Sumaryanto di Sungai Desa Tumbang Kalemei.

Selanjutnya, petugas mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.

“Jenazah dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangkaraya,” kata Eko.

Diserang Saat Menangkap Bandar Narkoba

Peristiwa ini bermula saat 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek seorang bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026) dini hari.

Tim dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menangkap target di rumahnya, sedangkan kelompok kedua bersiaga sebagai tim pendukung. Target sempat berhasil diamankan.

Baca Juga :  Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China

Namun, situasi berubah ketika penghuni rumah dan sejumlah warga melakukan perlawanan menggunakan parang.

Massa kemudian bertambah dan menyerang petugas dengan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Menghadapi serangan tersebut, personel berupaya menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan sambil menunggu bantuan datang.

Tiga Polisi Gugur

Insiden berdarah itu merenggut nyawa tiga anggota kepolisian. Aipda Yudhie gugur di lokasi kejadian.

Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam proses pencarian.

Polri masih terus mengusut kasus penyerangan terhadap aparat tersebut, termasuk memburu seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan saat operasi pemberantasan narkoba berlangsung.

Aparat juga menegaskan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku peredaran narkotika maupun pihak yang menyerang petugas negara saat menjalankan tugas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya
Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab
Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September
Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung
Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa
Tragedi Gempa NTT, 1.245 Orang Jadi Korban dan 27.700 Warga Mengungsi
Menaker Yassierli Dorong Santunan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Modal Usaha
BEM UI Demo di Bundaran HI, Polisi Ingatkan Massa Jaga Kepentingan Warga

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Awan Tak Muncul, Pemprov DKI Tunda Operasi Modifikasi Cuaca

Rabu, 19 Agu 2026 - 15:25 WIB