POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Anggota parlemen Amerika Serikat Ritchie Torres resmi mengumumkan pengajuan rancangan undang-undang Power To The Players Act.
Torres mengumumkan RUU tersebut pada 15 Oktober 2026 untuk memperkuat hak konsumen atas produk gim digital.
Legislasi ini mengarahkan Federal Trade Commission (FTC) menyusun aturan perlindungan akses kepemilikan gim secara sah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah politisi tersebut berupaya mencegah aksi penerbit yang sering mencabut lisensi bermain pemain secara sepihak.
Pasalnya, transaksi digital selama ini hanya memberikan hak sewa izin tanpa kepemilikan fisik penuh.
Kasus NBA 2K25 Dan Gerakan Stop Killing Games
Penerbit gim NBA 2K25 menjadwalkan penarikan produk dari toko digital pada 30 Oktober 2026 mendatang.
Selain itu, pengembang bakal mematikan server daring gim tersebut secara total pada 31 Desember 2026.
Kondisi penutupan layanan singkat ini merugikan konsumen yang telah membeli gim dengan harga penuh.
Sebelumnya, kasus penutupan server The Crew oleh Ubisoft memicu gerakan global Stop Killing Games.
Alhasil, para pemain menuntut penerbit agar tetap menyediakan akses bermain mode offline pasca penutupan server.
Efek Regulasi California Dan Dampak Industri Global
Negara bagian California sebenarnya sudah memberlakukan undang-undang AB 2426 sejak Januari 2025 lalu.
Aturan tersebut mewajibkan platform digital seperti Steam menampilkan peringatan mengenai status lisensi produk kepada pembeli.
Namun, RUU Power To The Players Act melangkah lebih jauh dengan menjamin hak akses permainan.
Jika Kongres mengesahkan RUU ini, aturan baru bakal mengubah cara penerbit mengelola gim digital secara global.
Bahkan, industri harus menyiapkan solusi teknis agar konsumen tetap bisa memainkan gim kesayangan mereka.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













