LARANTUKA, POSNEWS.CO.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai.
Anggota Polri asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu meninggal dunia dalam dugaan kasus pembunuhan di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Kepulangan Valdo ke kampung halaman pada Sabtu (17/10/2026) menjadi momen memilukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ribuan warga memadati Bandara Gewayantana, Larantuka, untuk menyambut kedatangan jenazah yang diangkut menggunakan pesawat Polri Casa P-4101.
Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat kemudian mengiringi perjalanan menuju rumah duka di San Dominggo, Larantuka.
Namun, suasana penyambutan berubah menjadi tangis haru ketika jenazah tiba di rumah keluarga. Sejumlah anggota keluarga bahkan dilaporkan pingsan karena tak kuasa menahan kesedihan.
Di balik suasana duka tersebut, pertanyaan mengenai penyebab kematian Valdo masih menunggu jawaban tuntas dari penyidik.
Satu Orang Sudah Ditahan
Direktur Poludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Dadan memastikan pihaknya akan mengusut perkara tersebut hingga tuntas.
Ia menyebut Unit Jatanras Polda Metro Jaya telah menetapkan dan menahan satu orang sebagai tersangka.
“Tentunya akan diusut tuntas. Yang jelas satu tersangka yang sudah ditahan Unit Jatanras Polda Metro Jaya,” ujarnya, sebagaimana dikutip Minggu (18/10/2026).
Informasi awal menyebutkan, kasus ini diduga melibatkan sesama anggota Polri yang bertugas di kesatuan yang sama.
Namun, penyidik masih perlu mengungkap secara terang kronologi kejadian, motif, serta peran tersangka berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.
Karena itu, pengungkapan fakta secara menyeluruh menjadi penting agar perkara ini tidak menyisakan pertanyaan bagi keluarga maupun masyarakat.
Keluarga Serahkan Proses Hukum
Perwakilan keluarga, Alfredo Rionaldo da Silva, menegaskan bahwa keluarga menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas bantuan akomodasi yang diberikan kepolisian selama proses pemulangan jenazah.
“Proses hukumnya jalan. Kita serahkan proses hukum sedang berjalan. Kita berterima kasih kepada teman-teman karena sudah menyiapkan akomodasi hingga tiba,” katanya.
Sementara itu, tim kuasa hukum berharap penyidik dapat mengungkap seluruh fakta di balik kematian Valdo.
Penanganan perkara yang transparan dan berdasarkan bukti diharapkan memberikan kepastian hukum bagi keluarga yang tengah berduka.
Hingga Minggu (18/10/2026), motif dan kronologi lengkap kematian Bharada Valdo masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Publik pun menanti perkembangan penyidikan, termasuk pengungkapan fakta yang melatarbelakangi dugaan tindak pidana tersebut.
Di tengah duka keluarga dan warga Flores Timur, pengusutan yang menyeluruh menjadi langkah penting untuk memastikan perkara ini ditangani secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber: Keterangan Direktur Poludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Dadan dan laporan media mengenai pemulangan jenazah serta pernyataan keluarga. **
Editor : Hadwan













