Mobil LCGC Dirusak Massa di Sukaraja Bogor Usai Sopir Kabur Tabrak Pengendara

Selasa, 16 September 2025 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Mobil Toyota Avanza lawan arah di Lampu Merah Caman Bekasi menyeret sepeda motor hingga memercikkan api dan diamuk warga. Dok: Istimewa

Ilustrasi, Mobil Toyota Avanza lawan arah di Lampu Merah Caman Bekasi menyeret sepeda motor hingga memercikkan api dan diamuk warga. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sebuah mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC) dirusak massa di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (15/9/2025) malam. Peristiwa ini terjadi setelah sopir kabur usai menabrak sejumlah pengendara.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Wagiman, menjelaskan bahwa sopir mengaku menabrak seseorang secara tidak sengaja. Karena panik, sopir kemudian berusaha melarikan diri. Selama pelarian, sopir kembali menabrak pengendara lain.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengejar dan menghentikan mobil. Massa kemudian merusak mobil dengan menggunakan kayu dan batu.

Baca Juga :  11 Pelajar di Bogor Ditangkap Polisi Usai Nekat Tawuran 4 vs 4 di Cileungsi

Dalam video yang beredar, tampak mobil berwarna oranye mengalami kerusakan parah pada kaca depan, samping, dan belakang. Sopir yang berada di dalam mobil tampak terluka dan dikelilingi warga yang marah.

Polisi segera turun tangan dan mengamankan sopir berinisial RZ, kelahiran 1997. Kasus ini kini ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Bogor. 

Baca Juga :  Ganti Ban di Bahu Jalan, Kernet Tewas di Tol Cijago Depok

Polisi menjerat sopir tersebut dengan Pasal 310 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena menabrak pengendara dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Wagiman mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu berhati-hati dan tidak panik saat menghadapi situasi di jalan. Ia menekankan pentingnya tetap tenang dan bertanggung jawab, serta tidak melarikan diri dari lokasi kejadian. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB