Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dian Lestari memperkenalkan kombucha Ruma Papua dalam Pangan Nusa Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang. (Posnews/Kemendag)

Dian Lestari memperkenalkan kombucha Ruma Papua dalam Pangan Nusa Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang. (Posnews/Kemendag)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Berawal dari kebutuhan keluarga, Dian Lestari berhasil mengembangkan Ruma Papua menjadi usaha kombucha yang menembus lebih dari 100 gerai.

UMKM asal Jayapura ini juga meraih penghargaan UKM Pangan Award 2026 berkat varian Kombucha Lemon.

Dian memperkenalkan produknya dalam Pangan Nusa Expo 2026 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pameran yang dibuka pada Rabu (14/10/2026) itu, Ruma Papua meraih penghargaan kategori Produk Minuman Kemasan.

Menariknya, Dian tak sekadar menawarkan minuman fermentasi. Ia juga mengajari pengunjung cara mencicipi kombucha agar dapat mengenali karakter rasanya.

“Cara minumnya pelan-pelan. Coba sedikit-sedikit, sambil mulutnya dimajukan. Setelah itu, coba minum seperti biasa. Rasanya bisa berbeda,” ujar Dian saat mendampingi pengunjung.

Mengusung identitas Taste of Papua, Ruma Papua menghadirkan 12 varian rasa. Pilihannya meliputi lemon, kelapa mint, bunga telang, sarang semut, kembang sepatu, lavender, kunyit, asam jawa, beras kencur, kopi, pinang, dan varian lainnya.

Baca Juga :  HPE Emas Turun 3,5 Persen Awal Oktober 2026, Ini Penyebabnya

Dian menjelaskan, penggunaan bahan lokal menjadi salah satu ciri khas produknya. Salah satunya sarang semut, tanaman yang dikenal dalam tradisi masyarakat Papua.

“Varian unik kami memanfaatkan sarang semut, yang dikenal luas dalam tradisi masyarakat Papua sebagai tanaman herbal,” katanya.

Dari Delapan Botol Menjadi Ribuan

Perjalanan Ruma Papua bermula setelah pandemi, ketika Dian mencari alternatif minuman probiotik non-susu untuk keluarganya. Saat itu, produk sejenis masih sulit ditemukan di Papua.

Ia kemudian mencoba meracik kombucha dan mulai menjual produknya pada Januari 2023. Hasil awalnya hanya delapan botol. Namun, respons pasar tumbuh pesat.

“Siapa sangka, dari delapan botol pada Januari 2023, pesanan meningkat menjadi 1.000 botol pada Maret dan mencapai 5.000 botol pada pertengahan tahun yang sama,” ungkap Dian.

Seiring pertumbuhan usaha, Ruma Papua memperluas distribusi hingga lebih dari 100 gerai. Perkembangan ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.

Memberdayakan Perempuan Papua

Bagi Dian, Ruma Papua bukan sekadar bisnis minuman. Ia juga membuka kesempatan bagi perempuan asli Papua untuk terlibat dan berkembang bersama usahanya.

Baca Juga :  Kapal Tenggelam di Selayar, 55 Penumpang Selamat, 24 Masih Hilang

Di sisi lain, Dian terus menjaga mutu dan legalitas produk. Menurut informasi yang disampaikan, Ruma Papua memperoleh izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal pada September 2026.

Untuk memahami kebutuhan konsumen, tim Ruma Papua juga mencatat varian yang paling diminati pelanggan.

Data tersebut menjadi panduan bagi tim penjualan dalam merekomendasikan produk sesuai selera pembeli.

“Semua varian kami punya persona pembeli masing-masing. Bunga telang, misalnya, lebih disukai konsumen bergaya klasik, sedangkan lemon diminati mereka yang aktif dan gemar berolahraga,” jelas Dian.

Selain melalui pameran dan gerai, Ruma Papua memanfaatkan Instagram @rumapapua.id untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Kisah Dian membuktikan bahwa usaha besar dapat berawal dari langkah sederhana. Dari delapan botol pertama, Ruma Papua tumbuh dengan mengandalkan kreativitas, ketekunan, dan kekayaan bahan lokal.

Lebih dari itu, usaha ini membawa cita rasa Papua ke pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi perempuan setempat.

Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa potensi daerah dapat berkembang ketika diolah dengan inovasi dan konsistensi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi
Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia
Berawal dari Pohon Lontar, Tarunira Buka Peluang Baru Petani Bali dan Rote
Ekspor Baja Indonesia Hadapi Tarif 50 Persen di Eropa, Apa Strategi Pemerintah?
Lowongan Kerja Gudang Garam 2026, Teknisi Mesin dan Administrasi untuk D3-S1
Hadapi Tarif dan Hambatan Global, Indonesia Perluas Akses Pasar Ekspor
Produk Pangan, Furnitur, dan Karet Indonesia Dijajaki Tiga Negara
Teh, Kopi, Jamu, dan Cokelat Indonesia Unjuk Gigi di Pangan Nusa Expo 2026

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:50 WIB

TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Berawal dari Pohon Lontar, Tarunira Buka Peluang Baru Petani Bali dan Rote

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Ekspor Baja Indonesia Hadapi Tarif 50 Persen di Eropa, Apa Strategi Pemerintah?

Berita Terbaru