2 Warga Luwu Ditikam Pria Mabuk Cari Tempat Judi, Polisi Buru Pelaku Brutal

Minggu, 5 Oktober 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Penusukan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Penusukan. (Posnews/Ist)

SULAWESI SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Dua warga, Fahmi (20) dan Latif (40), ditikam secara brutal oleh seorang pria mabuk berat yang sedang mencari tempat judi.

Dalam sekejap, suasana kampung yang tenang berubah mencekam, sementara kedua korban tersungkur bersimbah darah di jalan desa.

Insiden berdarah itu terjadi Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 11.00 WITA. Pelaku datang dengan langkah sempoyongan, wajah merah, dan bau alkohol menyengat. Tanpa sebab jelas, pria itu mengamuk dan menikam dua warga yang ditemuinya di jalan desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami dapat laporan ada penikaman di Desa Marabuana. Pelaku dikenal sering bikin ulah, bahkan pernah terlibat kasus narkoba,” ujar Kapolsek Walenrang AKP Idul, dikutip Minggu (5/10/2025).

Polisi kini sudah mengantongi identitas pelaku dan tengah melakukan pengejaran. Warga berharap pelaku segera ditangkap karena kerap membuat resah kampung.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp 1 Triliun

Ditanya Tempat Judi, Langsung Tikam

Korban Fahmi menuturkan, peristiwa bermula saat ia dan Latif berpapasan dengan pelaku di jalan. Saat itu, pelaku yang sedang mabuk berat bertanya soal lokasi tempat judi.

“Dia tanya, ‘di mana tempat main judi di sini?’ Kami bilang nggak tahu, langsung saja dia marah,” tutur Fahmi.

Pelaku tiba-tiba menghunus pisau dan menusuk Latif di bagian perut. Melihat temannya bersimbah darah, Fahmi berusaha melawan, namun pelaku membabi buta dan ikut melukai dirinya.

“Mabuk sekali itu orang. Tidak ada masalah apa-apa, langsung dia tikam,” ujar Fahmi masih dengan wajah pucat.

Polisi Buru Pelaku Brutal

Usai penikaman, pelaku kabur meninggalkan korban yang terkapar di jalanan. Tim Polsek Walenrang langsung turun ke lokasi untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

Baca Juga :  Berangkat Kerja, Pria di Karawaci Jadi Korban Begal Sadis Lima Pelaku

“Kami sudah tahu siapa pelakunya. Saat ini tim sedang bergerak memburu pelaku ke daerah pegunungan,” tegas AKP Idul.

Sementara itu, kedua korban mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Polisi juga tengah memeriksa dugaan bahwa pelaku dalam pengaruh alkohol dan narkoba saat melakukan aksi brutalnya.

Polsek Walenrang mengimbau masyarakat agar waspada terhadap peredaran miras dan narkoba di wilayah mereka. Aksi pelaku menjadi bukti bahwa pengaruh alkohol bisa memicu tindak kekerasan mematikan.

“Kami minta warga segera melapor jika melihat pelaku atau aktivitas mencurigakan di sekitar desa,” kata Kapolsek menegaskan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senggolan Motor Bikin Emosi! Anggota TNI AL Dikeroyok, 1 Pelaku Diciduk Polisi
2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri
Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur
Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis
Maut di Tol Jagorawi! Jeep Mercedes Hantam Trailer, 2 Orang Tewas
Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi
Peta Misterius Antar Bareskrim ke Semak, 1.400 Vape Etomidate Ditemukan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Senggolan Motor Bikin Emosi! Anggota TNI AL Dikeroyok, 1 Pelaku Diciduk Polisi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis

Berita Terbaru