Karyawati Koperasi PNM Tewas Mengenaskan, Sempat Hilang Usai Menagih Nasabah

Minggu, 21 September 2025 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto korban Hijrah (19) semasa hidup. Dok-Istimewa

Foto korban Hijrah (19) semasa hidup. Dok-Istimewa

SULAWESI BARAT, POSNEWS.CO.ID – Hijrah (19), karyawati PT Permodalan Nasional Madani (PNM), ditemukan tewas mengenaskan di kebun Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Pasangkayu, Sulawesi Barat, Sabtu (20/9/2025) pagi.

Tubuh korban hanya tersisa pakaian dalam, sementara pakaian kerjanya melilit di leherSebelum tewas, Hijrah sempat menghubungi rekannya, Wizrah, melalui WhatsApp, Kamis (18/9/2025) malam.

Korban mengaku takut karena dibonceng suami salah satu nasabah untuk mengambil uang. Namun jalan yang dilewati justru masuk ke kebun, dan sejak itu kontak dengan korban hilang total.

Dia bilang takut, karena jalan dilewati malah masuk ke kebun,” ungkap Wizrah, Jumat (19/9/2025). Nomor ponsel korban tidak bisa dihubungi sejak saat itu.

Baca Juga :  Kerusuhan Kalibata, Polda Metro Buru Pembakar Kios - Kerugian Tembus Rp1,2 Miliar

Hijrah warga Desa Maponu, Kecamatan Sarjo, dan telah hampir satu tahun bekerja di PNM Cabang Lalombi, Sulawesi Tengah.

Polisi menyebut kondisi korban cukup mengerikan. Tubuhnya hanya mengenakan pakaian dalam, sementara pakaian kerjanya tersangkut di leher. Dari pemeriksaan awal, terdapat tanda-tanda kekerasan, termasuk luka di kaki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi korban cukup mengenaskan saat ditemukan. Ada bekas luka di kaki, dan pakaian kerjanya melilit di leher,” kata Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, Iptu Rully Marwan.

Korban Sempat Curhat ke Atasan

Sebelum tewas, Hijrah sempat berkomunikasi dengan atasannya melalui WhatsApp, menyampaikan rasa takut dan meminta doa.

Baca Juga :  Polda Jatim Usut Kelalaian Maut Ponpes Al Khoziny, Panggil Saksi dan Ahli

HJ (21.56):Jangan ditelepon Bu, karena sementara dia bonceng saya, nanti dia curiga. Bu, doakan saya.”

HJ (21.57):Aduh, saya takutnya ini orang dendam.”

Komunikasi terputus sekitar pukul 22.00 WITA. Upaya keluarga dan rekan kerja menghubungi korban gagal hingga jasadnya ditemukan dua hari kemudian.

Kasus ini menggegerkan warga Pasangkayu. Polisi masih menyelidiki sejumlah terduga pelaku, namun pelaku utama belum bisa dipastikan.

Pelaku belum bisa dipastikan karena kami masih menunggu hasil visum dan autopsi,” jelas Iptu Rully.

Saksi yang mengaku membonceng korban sebelum hilang kontak masih dalam penyelidikan dan belum dijadikan pegangan utama. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bentrokan Suku di Wamena Mematikan, 13 Orang Tewas dan Ratusan Warga Mengungsi
TNI Dapat Jet Tempur Rafale Baru, Prabowo Serahkan Alutsista Canggih
Pramono Ungkap Rencana LRT Jakarta ke Ancol, PIK 2 hingga Bandara
Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei, PBNU dan Muhammadiyah Kompak Serentak
Apartemen di Bekasi Jadi Gudang Sabu Jaringan Malaysia, Polisi Sita 32 Kg
Cuaca Hari Ini Senin 18 Mei 2026, Jakarta hingga Bekasi Hujan
Bandar Sabu Samarinda Dibekuk, Omzet Jaringan Capai Rp630 Miliar
Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:23 WIB

Bentrokan Suku di Wamena Mematikan, 13 Orang Tewas dan Ratusan Warga Mengungsi

Senin, 18 Mei 2026 - 11:03 WIB

TNI Dapat Jet Tempur Rafale Baru, Prabowo Serahkan Alutsista Canggih

Senin, 18 Mei 2026 - 08:29 WIB

Pramono Ungkap Rencana LRT Jakarta ke Ancol, PIK 2 hingga Bandara

Senin, 18 Mei 2026 - 08:14 WIB

Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei, PBNU dan Muhammadiyah Kompak Serentak

Senin, 18 Mei 2026 - 07:51 WIB

Apartemen di Bekasi Jadi Gudang Sabu Jaringan Malaysia, Polisi Sita 32 Kg

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Ungkap Rencana LRT Jakarta ke Ancol, PIK 2 hingga Bandara

Senin, 18 Mei 2026 - 08:29 WIB