BMKG Peringatkan La Nina Akhir 2025, Waspada Banjir dan Cuaca Ekstrem

Minggu, 12 Oktober 2025 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Prediksi La Nina Akhir 2025, Waspada Banjir dan Longsor

BMKG Prediksi La Nina Akhir 2025, Waspada Banjir dan Longsor

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberitahukan peringatan dini soal potensi fenomena La Nina yang akan melanda Indonesia pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Meski intensitasnya diprediksi lemah, dampaknya tetap signifikan terhadap peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Tanah Air.

La Nina Bisa Picu Hujan Lebat dan Banjir

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, La Nina adalah fenomena iklim global yang muncul akibat pendinginan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

Kondisi ini seringkali membawa curah hujan lebih tinggi dari normal, terutama di kawasan Indonesia bagian barat dan tengah.

“BMKG memprediksi La Nina akan terjadi akhir tahun 2025 hingga awal 2026 dengan intensitas lemah, peluangnya 50–70 persen. Meski lemah, dampaknya bisa memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah,” ujar Guswanto, Sabtu (10/10/2025).

BMKG mengingatkan bahwa fenomena ini dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di daerah dengan drainase buruk dan dataran rendah.

Baca Juga :  Hujan Ekstrem Ancam Jakarta, Pramono Anung Siapkan WFH dan PJJ Jika Banjir Terulang

Jakarta Jadi Wilayah Rentan

Menurut BMKG, Jakarta termasuk wilayah paling rentan terhadap dampak La Nina. Kombinasi antara curah hujan tinggi, sistem drainase yang belum optimal, serta letak geografis yang rendah dan dekat laut menjadikan ibu kota rawan banjir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat La Nina terjadi, Jakarta perlu meningkatkan kewaspadaan karena intensitas hujan bisa meningkat tajam,” tegas Guswanto.

Musim Hujan Dimulai Agustus, Puncak Desember–Januari

Berdasarkan data BMKG, musim hujan periode 2025/2026 tidak akan terjadi secara bersamaan di seluruh Indonesia karena setiap wilayah memiliki Zona Musim (ZOM) berbeda.

  • Sumatera dan Kalimantan menjadi wilayah pertama yang memasuki musim hujan sejak Agustus 2025.
  • Puncak musim hujan diprediksi terjadi antara Desember 2025 hingga Januari 2026, meliputi:
  • Jawa bagian barat dan tengah
  • Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Sulawesi bagian selatan
  • Beberapa wilayah Papua

“Faktor global seperti La Nina lemah dan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif bisa memperkuat curah hujan di wilayah Indonesia bagian selatan,” tambah Guswanto.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Metro Siaga, Evakuasi Warga Terdampak Banjir 70 Cm Pondok Karya

Potensi Hujan Tinggi per Wilayah

Berikut prakiraan BMKG terkait potensi hujan tinggi saat puncak musim hujan Desember 2025 – Januari 2026:

Sumatera:

  • Hujan mulai sejak Agustus 2025.
  • Puncak hujan diperkirakan November–Desember 2025.

Kalimantan:

  • Awal musim hujan lebih cepat dari normal.
  • Curah hujan tinggi berpotensi di wilayah tengah dan selatan.

Jawa:

  • Fokus di wilayah barat dan tengah.
  • Puncak hujan Desember 2025–Januari 2026.

Bali & NTB:

  • Potensi curah hujan meningkat karena La Nina lemah dan IOD negatif.

Sulawesi Selatan:

  • Diperkirakan mengalami intensitas hujan tinggi di puncak musim.

Papua:

  • Beberapa daerah berpotensi mengalami hujan lebat dan banjir lokal.

BMKG Imbau Pemerintah Daerah Siaga

BMKG mengimbau seluruh pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Langkah mitigasi seperti pembersihan saluran air, penataan DAS, dan sistem peringatan dini bencana perlu diperkuat agar dampak La Nina bisa diminimalkan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB