Pemprov DKI Akan Coret Penerima Bansos yang Ketahuan Berjudi Online

Senin, 27 Oktober 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Pemprov DKI Jakarta tidak main-main dan akan melakukan tindakan tegas bagi penerima bansos yang ketahuan main judi online (Judol).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) untuk aktivitas terlarang seperti judi daring.

Langkah tegas ini diambil setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ribuan penerima bansos di Jakarta terlibat dalam praktik judol.

Memang ada data dari PPATK. Kami akan segera tertibkan itu,” ujar Pramono di RS Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, Pemprov DKI akan berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan penyaluran bansos tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Baca Juga :  Lowongan Kerja BNI 2026 Dibuka, ODP Wealth Management Jadi Peluang Emas Fresh Graduate

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ribuan Penerima Bansos Ketahuan Main Judoli Online

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membongkar fakta mengejutkan dengan mengungkap bahwa sekitar 5.000 penerima bansos di Jakarta diduga kuat terlibat dalam judi online.

Dana bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bahkan diduga dipakai untuk berjudi.

Berdasarkan penelusuran PPATK, ada sekitar 602 ribu warga Jakarta terlibat judi online, dan 5.000 di antaranya penerima bansos. Nilai transaksinya mengerikan, mencapai Rp3,12 triliun,” ungkap Rano, Minggu (26/10).

Baca Juga :  Ops Damai Cartenz Papua Bangun Komunikasi Humanis Lewat Patroli Rutin

Pemprov DKI Siapkan Langkah Pencegahan

Data PPATK juga mencatat, sekitar Rp15 ribu dana bansos mengalir ke situs judi online. Karena itu, Pemerintah bergerak cepat mencari langkah efektif untuk mencegah penyalahgunaan bansos di era digital.

Pramono menegaskan, penyaluran bansos ke depan akan diawasi lebih ketat. Ia menyebut, penyalahgunaan dana bantuan untuk berjudi adalah tindakan memalukan dan melukai kepercayaan publik.

Bansos itu untuk kebutuhan dasar warga, bukan buat judi. Kami akan bersihkan penerimanya,” tandas Pramono. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?
Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:26 WIB

Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB