Korlantas Larang Truk Sumbu Tiga Saat Nataru 2026, Kecelakaan Disebut Bisa Turun Drastis

Kamis, 27 November 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. (Posnews/Ist)

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Selama musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Korlantas Polri meminta pelarangan total kendaraan sumbu tiga beroperasi di jalan tol maupun arteri.

Usulan ini dianggap penting untuk menekan kecelakaan dan meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usulan tersebut disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho saat Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (27/11/2025).

“Kalau operasi ini benar-benar operasi kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan jiwa orang, kami menyarankan kendaraan sumbu tiga dilarang total, baik di tol maupun arteri,” tegas Agus.

Baca Juga :  Korlantas Polri Luncurkan ETLE Drone, Penindakan Lalu Lintas Kini Real Time dari Udara

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kebijakan ini tetap harus mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial, terutama bagi sektor logistik.

Namun jika keselamatan publik menjadi prioritas utama, pelarangan dinilai patut diterapkan.

Data Operasi Ketupat Jadi Acuan

Agus mencontohkan keberhasilan Operasi Ketupat, di mana untuk pertama kalinya truk sumbu tiga dilarang melintas. Dampaknya sangat signifikan.

Baca Juga :  Operasi Zebra Jaya 2025 Digelar, 11 Pelanggaran Jadi Target Utama - Patroli 24 Jam di Jakarta

“Kecelakaan lalu lintas turun 33 persen dan fatalitas menurun 53 persen. Itu baru pertama kali. Kalau memang harus berani, ya lakukan,” ujarnya.

Irjen Agus memastikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menyiapkan rancangan pembatasan kendaraan sumbu tiga. Nantinya, Korlantas akan menyuarakan agar operasi Nataru benar-benar berorientasi keselamatan.

“Pada saat rakor nanti, kami akan suarakan bahwa operasi kemanusiaan harus mengutamakan keselamatan jiwa pengguna jalan,” katanya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak
Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung
KP2MI Kawal Kasus TKW Dianiaya di Johor Bahru, Korban Kini di Rumah Aman
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Pelaku Masih Diburu
Dunia Makin Percaya Indonesia, Prabowo Perintahkan Rosan Umumkan Data Investasi
Aksi Demo Mahasiswa Disorot, Polisi Ungkap Kronologi Pemberitahuan WhatsApp
Ketua BEM UI Balas Polisi Soal Demo Bundaran HI: Hak Konstitusional, Bukan Minta Izin

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 09:38 WIB

Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak

Senin, 15 Juni 2026 - 09:26 WIB

Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung

Senin, 15 Juni 2026 - 08:56 WIB

KP2MI Kawal Kasus TKW Dianiaya di Johor Bahru, Korban Kini di Rumah Aman

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:30 WIB

Dunia Makin Percaya Indonesia, Prabowo Perintahkan Rosan Umumkan Data Investasi

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB