Parlemen Perempuan Tuntut Starmer Tunjuk Deputi Wanita

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegagalan penilaian di Downing Street. Dokumen rahasia mengungkap cara PM Keir Starmer mengabaikan peringatan pejabat senior terkait hubungan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein demi penunjukan diplomatik. Dok: Istimewa.

Kegagalan penilaian di Downing Street. Dokumen rahasia mengungkap cara PM Keir Starmer mengabaikan peringatan pejabat senior terkait hubungan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein demi penunjukan diplomatik. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan masif dari internal partainya sendiri pada Rabu (11/2/2026). Sejumlah anggota parlemen perempuan Partai Buruh menuntut penunjukan tokoh wanita senior untuk mengawasi “perubahan budaya total” di Downing Street.

Tuntutan ini muncul setelah serangkaian skandal mengungkap adanya budaya “klub pria” di pusat pemerintahan. Oleh karena itu, Harriet Harman, salah satu tokoh paling senior di partai, mendesak Starmer untuk menghidupkan kembali jabatan Sekretaris Pertama Negara—posisi yang dahulu ditempati Peter Mandelson. Namun, ia menegaskan bahwa kali ini seorang perempuan harus mengisi posisi strategis tersebut.

Penghapusan Misogini Struktural

Dalam pertemuan tertutup dengan para anggota parlemen perempuan, Starmer kembali menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Ia menyesali keputusannya menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk AS, terutama mengingat hubungan masa lalu Mandelson dengan Jeffrey Epstein.

Sebagai langkah nyata, Starmer berjanji akan mengambil tindakan tegas untuk “memberantas misogini struktural” di jantung pemerintahan. Harriet Harman menilai penunjukan deputi perempuan akan mengirimkan pesan yang sangat kuat ke publik. Jabatan ini nantinya bertugas memastikan setiap departemen pemerintah bertanggung jawab terhadap kebijakan perlindungan perempuan dan anak perempuan. “Kita butuh perubahan budaya yang lengkap, dan semua orang menyadari itu,” tegas Harman.

Baca Juga :  Trump Klaim Venezuela Serahkan Minyak Senilai $2 Miliar ke AS

Munculnya “Garda Amazonia” di Downing Street

Krisis kepemimpinan ini memicu perombakan besar-besaran di lingkaran inti Starmer. Setelah pengunduran diri Kepala Staf Morgan McSweeney, dua pejabat pelaksana wanita, Vidhya Alakeson dan Jill Cuthbertson, kini mengisi posisi tersebut.

Bahkan, para pengamat mulai menjuluki fenomena ini sebagai pembentukan “Garda Amazonia” di sekitar perdana menteri. Selain itu, Sophie Nazemi kini menjabat sebagai direktur komunikasi sementara untuk menggantikan Tim Allan. Di sisi lain, reputasi Direktur Politik No. 10, Amy Richards, juga semakin menguat karena para kolega menganggapnya mampu memperbaiki hubungan Starmer dengan anggota parlemen yang sempat merenggang akibat budaya pengarahan (briefing) yang bias gender.

Desakan Penyelidikan Skandal Al Fayed

Ketegangan dalam pertemuan tersebut semakin memuncak saat anggota parlemen asal Bolsover, Natalie Fleet, berbicara. Fleet, yang merupakan penyintas kekerasan seksual, meminta Starmer untuk segera meluncurkan penyelidikan nasional terhadap kejahatan mantan pemilik Harrods, Mohamed Al Fayed.

Baca Juga :  Skandal Peter Mandelson: Starmer Abaikan Peringatan Keamanan soal Hubungan Epstein

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah korban-korban kita, ini adalah ‘Epstein’ versi kita,” ujar Fleet dengan emosional. Lebih lanjut, ia mengungkapkan laporan mengerikan mengenai oknum polisi yang menerima suap dan dokter yang melakukan pemeriksaan tidak manusiawi terhadap para korban Al Fayed. Meskipun Fleet tetap memberikan dukungan penuh kepada Starmer, ia menegaskan bahwa perdana menteri harus menunjukkan bukti nyata lewat tindakan, bukan sekadar kata-kata.

Ujian Integritas bagi Starmer

Kini, masa depan politik Starmer sangat bergantung pada kemampuannya menepati janji terkait isu keselamatan perempuan. Pasalnya, para menteri seperti Lisa Nandy secara terbuka mengkritik budaya pengarahan internal yang sering kali menyudutkan tokoh perempuan di kabinet.

Starmer harus membuktikan bahwa ia mampu mengakhiri dominasi kepentingan pria-pria kaya dan berkuasa dalam pengambilan keputusan negara. Dengan demikian, melalui penguatan posisi perempuan di meja perundingan, pemerintah berharap dapat memenuhi target ambisius untuk memangkas setengah angka kekerasan terhadap perempuan dalam satu dekade ke depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Perdana Aktivis Andrie Yunus Digelar 29 April 2026, Publik Soroti Proses Hukum
IEA, IMF, dan Bank Dunia Peringatkan Dampak Destruktif Perang Iran terhadap Ekonomi Dunia
Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993
Zambia Cabut Pajak BBM guna Lindungi Ekonomi dari Dampak Perang Iran
DR Kongo Terima Puluhan Deportan Negara Ketiga dari Amerika
Xi Jinping dan To Lam Sahkan Kemitraan Strategis Tingkat Tinggi
Demo Besar di DPR RI Hari Ini, Polda Metro Jaya Imbau Warga Hindari Lokasi
KKB Papua Serang Sinak Puncak Papua, Warga Jadi Korban Luka Tembak

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 13:15 WIB

Sidang Perdana Aktivis Andrie Yunus Digelar 29 April 2026, Publik Soroti Proses Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 13:07 WIB

IEA, IMF, dan Bank Dunia Peringatkan Dampak Destruktif Perang Iran terhadap Ekonomi Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 12:03 WIB

Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993

Kamis, 16 April 2026 - 11:57 WIB

Zambia Cabut Pajak BBM guna Lindungi Ekonomi dari Dampak Perang Iran

Kamis, 16 April 2026 - 10:50 WIB

DR Kongo Terima Puluhan Deportan Negara Ketiga dari Amerika

Berita Terbaru

Babak baru di meja perundingan. Delegasi Israel dan Lebanon bertemu di Washington guna menjajaki perdamaian, namun perbedaan tajam mengenai pelucutan senjata Hezbollah dan syarat gencatan senjata masih membayangi stabilitas kawasan tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:03 WIB

Implementasi skema pihak ketiga. Republik Demokratik Kongo mulai menerima puluhan deportan non-nasional yang dikirim oleh Amerika Serikat, menandai babak baru dalam kerja sama migrasi dan pengamanan mineral kritis antara Kinshasa dan Washington. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

DR Kongo Terima Puluhan Deportan Negara Ketiga dari Amerika

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:50 WIB