KLATEN, POSNEWS.CO.ID – Niat berhenti untuk mengganti ban kempes di Tol Jogja-Solo berubah menjadi petaka.
Pasangan suami istri (pasutri) asal Jakarta tewas setelah ditabrak truk di ruas Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten.
Kecelakaan itu terjadi Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat kejadian, pasutri tersebut keluar dari mobil untuk mengganti ban yang kempes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sebuah truk melintas dan diduga menabrak keduanya. Truk tersebut kemudian meninggalkan lokasi.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Klaten Iptu Ryan Dwi Prabowo membenarkan kecelakaan tersebut.
“Betul (terjadi kecelakaan pasutri meninggal dunia saat ganti ban),” kata Ryan, Jumat malam.
Polisi Selidiki Dugaan Tabrak Lari
Ryan mengatakan polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Petugas juga belum dapat memastikan kronologi secara utuh karena kecelakaan terjadi pada malam hari.
“Indikasi tabrak lari. Ini baru lidik karena malam hari untuk CCTV kurang begitu jelas kronologinya,” ujarnya.
Karena itu, polisi masih menelusuri rekaman CCTV dan mengumpulkan keterangan untuk mengidentifikasi kendaraan yang diduga menabrak korban.
Warga sekitar bernama Ari menyebut kecelakaan terjadi di ruas tol antara Desa Troso dan Desa Brangkal. Lokasi berada di kawasan yang sedikit menikung, dari arah jembatan tol menuju Brangkal atau Solo.
Penanganan Diserahkan ke Polisi
Humas PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) Rachmat Jesiman membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
Menurut dia, penanganan kasus telah diserahkan kepada petugas Patroli Jalan Raya (PJR) dan Unit Laka Lantas Polresta Klaten.
“Diserahkan ke unit Laka Klaten. Permasalahannya diserahkan ke PJR dan Laka Klaten,” kata Rachmat.
Sementara itu, polisi masih bekerja untuk mengungkap identitas kendaraan yang diduga terlibat.
Kasus tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polresta Klaten. Polisi juga masih mengumpulkan bukti untuk memastikan rangkaian kejadian sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Ban Kempes Jadi Awal Petaka
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan tol. Kendaraan yang mengalami gangguan di jalan tol memiliki risiko tinggi jika pengemudi atau penumpang turun tanpa perlindungan dan pengamanan yang memadai.
Pengguna tol sebaiknya segera menyalakan lampu hazard, memasang segitiga pengaman jika kondisi memungkinkan, serta menghubungi petugas layanan jalan tol.
Jika harus keluar dari kendaraan, posisi penumpang perlu dijauhkan dari jalur lalu lintas. **
Editor : Hadwan













