Basri Lewaimang Jadi DPO! Bos Planet Batam Diburu, 40 Ribu Ekstasi Beredar Tiap Bulan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Basri Lewaimang ditetapkan DPO Bareskrim dalam kasus peredaran narkoba di Planet Batam. (Posnews/Bareskrim Polri)

Basri Lewaimang ditetapkan DPO Bareskrim dalam kasus peredaran narkoba di Planet Batam. (Posnews/Bareskrim Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam (THM) HH Club/Planet Batam, Kepulauan Riau, memasuki babak baru.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri resmi menetapkan Basri Lewaimang sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Basri diduga menjadi pengelola sekaligus pemasok narkotika di jaringan THM tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Status DPO diterbitkan penyidik pada Selasa (18/8/2026), setelah polisi mengembangkan pengungkapan kasus yang sebelumnya dilakukan di HH Club Planet 3.0 Pub & KTV.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso membenarkan penetapan tersebut.

“Penyidik telah menetapkan satu orang DPO atas nama Basri,” kata Brigjen Eko.

Surat DPO itu teregistrasi dengan nomor DPO/134/VIII/2026/Dittipidnarkoba. Basri merupakan WNI kelahiran Alor, 1 Oktober 1975.

Basri Diduga Jadi Pengendali Narkoba di Planet Batam

Bareskrim tidak sekadar memburu Basri. Penyidik juga mendalami perannya dalam jaringan peredaran narkotika di kawasan hiburan malam Batam.

Polisi menduga Basri bertindak sebagai pengelola sekaligus bandar yang menyediakan berbagai jenis narkotika untuk diedarkan di sejumlah tempat hiburan Planet 1, Planet 2, dan Planet 3.

Pengungkapan ini bermula dari operasi Bareskrim di HH Club Planet 3.0 Pub & KTV pada Senin (10/8/2026) dini hari. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 32 orang yang terdiri atas tersangka dan saksi.

Baca Juga :  Dari Lapas Dikendalikan, Sindikat Narkoba Internasional Disikat Bareskrim di Pekanbaru

Kini, penyidik mengejar sosok yang diduga berada di balik rantai pasokan tersebut.

Perputaran Ekstasi Disebut Mencapai 40 Ribu Butir per Bulan

Yang membuat kasus ini semakin menggegerkan adalah skala peredaran narkotika yang diduga terjadi di lokasi tersebut.

Berdasarkan fakta penyidikan, peredaran ekstasi di jaringan THM Planet Batam diperkirakan mencapai sedikitnya 40.000 butir setiap bulan.

Jumlah tersebut bahkan dapat meningkat ketika tempat hiburan berada dalam kondisi penuh.

Angka itu menunjukkan bahwa polisi tidak sedang memburu kasus peredaran narkoba berskala kecil.

Penyidik kini berupaya membongkar jaringan, sumber pasokan, hingga aliran uang yang diduga menopang bisnis ilegal tersebut.

Polisi Pasang Garis Polisi pada Aset Mewah

Perburuan Basri juga bergerak ke sektor keuangan. Bareskrim mulai menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Sejumlah kendaraan mewah dan aset tidak bergerak telah dipasangi garis polisi.

Penyidik selanjutnya menyiapkan langkah penyitaan dalam penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tindak pidana asal narkotika.

Kendaraan yang Dipasangi Garis Polisi

Aset bergerak yang telah ditindak antara lain:

  • Mitsubishi Pajero Sport.
  • Mitsubishi Xpander Cross.
  • Jeep Wrangler Rubicon.
  • Daihatsu Rocky.
  • Hummer H2.
  • Honda Mobilio.
  • Jeep Wrangler.
  • Toyota Fortuner.
  • Toyota Innova Venturer.
  • Hummer H3.
  • Toyota Land Cruiser.
  • Kapal Azimut 68S.
  • Satu unit kapal berwarna putih.

Deretan kendaraan tersebut menjadi bagian dari penelusuran aset yang dilakukan penyidik.

Rumah, Ruko hingga Apartemen Ikut Dibidik

Selain kendaraan, polisi juga menelusuri sejumlah properti yang diduga berkaitan dengan Basri.

Aset tidak bergerak yang telah dipasangi garis polisi mencakup beberapa rumah di Royal Grande, Royal Bay Sunrise, Royal Bay Moonlight, Diamond Palace Residence, Citra, Orchard Suite, Kotamas Marina, serta kawasan Danau Indah Punggur.

Baca Juga :  3 WNA Bawa 5,7 Kg Serbuk Emas Rp14,5 Miliar, Disimpan di Pakaian Dalam

Polisi juga menindak tiga unit ruko di Botania II, empat unit apartemen di Pollux Habibie Meisterstadt, satu bangunan Restoran Teluk Lengung di Punggur, serta sejumlah properti lainnya.

Dengan banyaknya aset yang masuk radar, penyidikan kini tidak hanya mengejar keberadaan Basri.

Polisi juga berusaha menjawab pertanyaan penting: dari mana harta tersebut berasal dan apakah berkaitan dengan bisnis narkotika?

Basri Terancam Jerat TPPU

Bareskrim memastikan penyidikan akan bergerak lebih jauh. Basri tidak hanya diburu atas dugaan tindak pidana narkotika, tetapi juga berpotensi dijerat dengan TPPU.

Eko mengatakan penyidik akan melakukan penyitaan terhadap aset yang berkaitan dengan TPPU dengan tindak pidana asal narkotika.

Langkah tersebut menjadi penting karena pemberantasan jaringan narkoba tidak cukup hanya menangkap pelaku.

Polisi juga perlu memutus sumber pembiayaan dan menyita hasil kejahatan agar bisnis narkotika tidak kembali berputar.

DPO Disebar, Basri Kini Jadi Buronan

Dengan status DPO, Basri kini masuk daftar buronan yang diburu aparat. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaannya agar memberikan informasi kepada aparat penegak hukum.

Bareskrim sendiri masih mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kasus Planet Batam menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba kini tidak berhenti di balik pintu tempat hiburan.

Jejak barang haram ditelusuri sampai ke rekening, kendaraan, rumah, apartemen, hingga bisnis yang diduga menjadi tempat menyamarkan hasil kejahatan.

Dengan Basri masuk daftar buronan, babak berikutnya tinggal menunggu waktu: di mana persembunyian bos Planet Batam itu dan seberapa besar jaringan narkoba yang akan terbongkar setelah ia tertangkap? **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib
Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online
Berawal dari Pesanan Ciledug–Pamulang, Sopir Taksi Online Diserang Penumpang
4 ABK KM Maulana 23 Kembali ke Jakarta, Satu Korban Hidup Sebatang Kara
Bau Busuk dari Kamar Kos Bongkar Kematian Tragis Wanita Muda di Pinang Ranti
Sopir Taksi Online di Tangsel Tewas Ditusuk Penumpang, Mobil Raib
Pria 20 Tahun Ditangkap, Remaja Berkebutuhan Khusus Diduga Korban Kekerasan Seksual
Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:05 WIB

CCTV Rekam Aksi di Lapangan Padel Coach Justin, Laptop hingga Tablet Raib

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Orang Tua Wajib Waspada, Sirup Apialys Diduga Dipalsukan dan Dijual Online

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Berawal dari Pesanan Ciledug–Pamulang, Sopir Taksi Online Diserang Penumpang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:18 WIB

4 ABK KM Maulana 23 Kembali ke Jakarta, Satu Korban Hidup Sebatang Kara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Bau Busuk dari Kamar Kos Bongkar Kematian Tragis Wanita Muda di Pinang Ranti

Berita Terbaru

Garmin meluncurkan Enduro 4 dengan layar Power Sapphire, pengisian tenaga surya, baterai tanpa batas, dan siap hadir di Indonesia. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Garmin Merilis Smartwatch Enduro 4 Berbekal Baterai Surya

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:45 WIB

Dell merilis laptop XPS 16 Creator Edition dengan NVIDIA RTX Spark, layar 3.2K Tandem OLED, dan RAM 32 GB. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Merilis XPS 16 Creator Edition Berbekal NVIDIA RTX Spark

Sabtu, 10 Okt 2026 - 11:43 WIB

Xiaomi kembali menyalurkan pembaruan sistem operasi HyperOS untuk 32 perangkat Redmi, POCO, dan Xiaomi pasca-libur Golden Week. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Melanjutkan Pembaruan HyperOS Untuk 32 Perangkat

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:00 WIB

GMK meluncurkan keycap TriggerKey seharga 55 Dolar AS yang memungkinkan kustomisasi titik aktuasi tombol WASD hingga 2 mm. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GMK Merilis Keycap TriggerKey Untuk Mengatur Titik Aktuasi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:38 WIB

Wiko meluncurkan laptop Hi MateBook D 14 Ryzen Edition seharga Rp12,5 jutaan yang terintegrasi dengan ekosistem Huawei HarmonyOS. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Wiko Merilis Hi MateBook D 14 Ryzen Edition

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:00 WIB