Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti 6 kilogram ketamine yang disita Bareskrim Polri dalam pengungkapan kasus di Deli Serdang. (Posnews/Ist)

Barang bukti 6 kilogram ketamine yang disita Bareskrim Polri dalam pengungkapan kasus di Deli Serdang. (Posnews/Ist)

SUMATERA UTARA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengguncang jaringan narkotika.

Aparat berhasil membongkar peredaran gelap narkoba jenis ketamine seberat 6.258 gram di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (26/3/2026) malam.

Operasi senyap yang berlangsung di Jalan Putra Denai, Kecamatan Pantai Labu itu berujung pada penangkapan seorang kurir berinisial Ahmad Dolli (46).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara satu pelaku lain berinisial Jaka berhasil kabur dan kini masuk daftar buronan (DPO).

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait pengiriman ketamine dalam jumlah besar melalui jalur darat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasubdit IV Dittipidnarkoba Kombes Pol Handik Zusen langsung bergerak cepat memerintahkan Kanit II Subdit IV Kompol AKBP Bayu Putra Samara untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIB, petugas mencurigai sebuah sepeda motor tanpa pelat nomor yang dikendarai dua pria dewasa. Tim pun melakukan pembuntutan hingga akhirnya melakukan penyergapan.

Baca Juga :  Pengadilan Tinggi Inggris Batalkan Status Teroris Kelompok Palestine Action

Dalam operasi itu, polisi berhasil menangkap Ahmad Dolli, sementara rekannya melarikan diri ke area gelap perkebunan sawit.

6 Paket Ketamine Disembunyikan dalam Tas

Saat penggeledahan, petugas menemukan barang bukti mencengangkan:

  • 6 bungkus besar ketamine dalam plastik hijau
  • Total berat bruto: ± 6.258 gram
  • 1 tas ransel
  • 1 ponsel1 unit motor

Hasil uji awal di laboratorium forensik Polda Sumatera Utara memastikan seluruh paket tersebut positif mengandung ketamine.

Pengakuan Mengejutkan: Diambil dari Laut

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari perairan Selat Malaka, tepatnya sekitar Pulau Berhala.

Ia mengklaim menemukan paket ketamine itu dalam kondisi hanyut, lalu mengambilnya dan berencana menjualnya di wilayah Pantai Labu dengan harga sekitar Rp12 juta.

Pengungkapan ini bukan kasus kecil. Polisi mengungkap nilai ekonomi barang bukti mencapai:

  • Rp18,7 miliar (estimasi harga pasar 2025)
  • Potensi penyelamatan: ±312.900 jiwa

Angka ini menunjukkan betapa masifnya ancaman peredaran narkotika jika tidak segera ditindak.

Polisi Kejar DPO dan Kembangkan Jaringan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan tim masih memburu pelaku yang kabur serta mengembangkan jaringan lebih luas.

Baca Juga :  Banjir Rob Mengintai Pesisir Jakarta, Warga Diminta Siaga 13-14 Oktober

Polisi juga langsung membawa tersangka dan barang bukti ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk pendalaman jalur distribusi dan kemungkinan keterlibatan sindikat lintas wilayah.

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berat terkait narkotika dan kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal sesuai undang-undang yang berlaku.

Edukasi: Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba

Kasus ini mengungkap pola baru peredaran narkotika, termasuk:

  • Pemanfaatan jalur laut dan temuan “paket hanyut”
  • Distribusi melalui jalur darat tanpa identitas kendaraan
  • Peran kurir lokal untuk mengelabui aparat

Polisi meminta masyarakat aktif melaporkan aktivitas mencurigakan untuk memutus rantai peredaran narkoba.

Pengungkapan ini menegaskan komitmen Polri dalam memberantas narkotika hingga ke akar jaringan. Aparat memastikan tidak memberi ruang bagi peredaran barang haram yang merusak generasi bangsa. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit
Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami
Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya
Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit

Berita Terbaru

Menlu AS Marco Rubio sebut pembatasan akses Starlink di Ukraina merupakan wewenang SpaceX dan Elon Musk, bukan Gedung Putih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:28 WIB

Elon Musk melayangkan ancaman terbuka kepada Partai Demokrat yang berencana menyelidiki peran pemerintahannya usai pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:23 WIB

Rusia membebaskan pensiunan guru asal AS Stephen Hubbard usai negosiasi Presiden Vladimir Putin dan utusan AS Steve Witkoff. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:20 WIB