Buka Suara Soal Kisruh PBNU, Gus Yahya: “Kami Tetap Hadir untuk Umat”

Sabtu, 29 November 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta.
(Posnews/Ist)

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kisruh di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga kini terus bergulir. Muktamar dinilai sebagai solusi paling sah dan final siapa yang layak memimpin NU kedapan.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan bahwa kisruh internal tidak menghentikan PBNU untuk hadir dan mengabdi kepada masyarakat.

Ia memastikan organisasi tetap bekerja maksimal meski turbulensi menghantam tubuh PBNU.

Selanjutnya, Gus Yahya menyampaikan sikap tegas itu di Kantor PBNU, Jumat (28/11/2025). Ia menekankan bahwa PBNU wajib tampil perform dalam kondisi apa pun karena Muktamar telah mengamanatkan tugas besar organisasi ini.

Baca Juga :  Kapolri Pimpin Apel Kebangsaan Banser, 11.135 Personel Siaga Amankan Nataru 2026

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keadaan apa pun, organisasi ini harus bekerja dengan baik. PBNU harus hadir di tengah masyarakat untuk mengatasi setiap persoalan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab PBNU merupakan amanah keagamaan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Karena itu, PBNU tetap menjalankan rapat penting meski kondisi internal sedang panas. Rapat tersebut membahas draft roadmap Nahdlatul Ulama untuk 25 tahun ke depan.

Kemudian, Gus Yahya menjelaskan bahwa PBNU merancang roadmap jangka panjang untuk menjawab perubahan peradaban yang bergerak cepat.

Sebagai organisasi muslim terbesar di dunia, NU harus bertransformasi dan meningkatkan level khidmah kepada umat.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Tes DNA dengan Lisa Mariana, Hasil Diumumkan Rabu 20 Agustus 2025

Lebih jauh, ia mengakui bahwa turbulensi internal saat ini merupakan bagian dari dinamika organisasi besar. Namun, ia memastikan PBNU tidak boleh berhenti bekerja.

Isu bisa macam-macam, tapi yang paling penting NU harus tetap perform,” tegasnya.

Selain itu, terkait konflik yang belum menemukan titik temu, Gus Yahya menilai Muktamar sebagai solusi paling sah dan final. Ia mendorong semua pihak kembali pada mekanisme Muktamar yang waktunya semakin dekat.

Tidak ada jalan keluar lain selain kembali ke Muktamar. Kalau sudah Muktamar, selesai, tidak ada disput lagi,” tegasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tewas Tiga Hari di Kontrakan, PPPK RSPAU Dibunuh Demi Rampas Harta
Polda Metro Kerahkan Satgas SABER Pangan Jelang HBKN 2026, Harga dan Mutu Diawasi Ketat
Sopir Tangki Air Ditembak OTK di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Kejar 3 Pelaku
Naik Transjakarta Saat Ramadan? Siap-Siap Dapat Takjil Gratis di 14 Koridor
BNN Ungkap 4,1 Juta Penduduk Terpapar, Sekolah Jadi Benteng Anti Narkoba
Bus Transjakarta Lindas Pejalan Kaki di Cilandak, Korban Tewas di TKP
Emak-Emak Bakar Toko Emas di Makassar Pakai Bom Molotov, Sempat Pura-Pura Belanja
Pentagon Siapkan Kapal Induk Kedua Menuju Timur Tengah

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:10 WIB

Tewas Tiga Hari di Kontrakan, PPPK RSPAU Dibunuh Demi Rampas Harta

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:25 WIB

Polda Metro Kerahkan Satgas SABER Pangan Jelang HBKN 2026, Harga dan Mutu Diawasi Ketat

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:03 WIB

Sopir Tangki Air Ditembak OTK di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Kejar 3 Pelaku

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:38 WIB

Naik Transjakarta Saat Ramadan? Siap-Siap Dapat Takjil Gratis di 14 Koridor

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

BNN Ungkap 4,1 Juta Penduduk Terpapar, Sekolah Jadi Benteng Anti Narkoba

Berita Terbaru