Diplomasi Munich: Wang Yi dan Marco Rubio Sepakati Stabilitas Hubungan China-AS

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing menyerukan stabilitas dan menolak intervensi militer asing di Iran. Wang Yi menegaskan posisi China di tengah meningkatnya ketegangan global. Dok: Istimewa.

Beijing menyerukan stabilitas dan menolak intervensi militer asing di Iran. Wang Yi menegaskan posisi China di tengah meningkatnya ketegangan global. Dok: Istimewa.

MUNICH, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengadakan pertemuan penting dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, pada Jumat. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela Konferensi Keamanan Munich guna membahas stabilitas hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Kedua diplomat senior ini sepakat untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama. Wang Yi menyatakan bahwa Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump telah memberikan panduan strategis yang jelas bagi kedua negara. Oleh karena itu, implementasi konsensus tersebut kini menjadi prioritas utama bagi diplomasi Beijing dan Washington.

Dialog sebagai Kunci Stabilitas

Wang Yi menekankan pentingnya komunikasi untuk menghindari gesekan yang tidak perlu. Ia menegaskan bahwa dialog selalu lebih baik daripada konfrontasi langsung. Selain itu, ia berpendapat bahwa hasil yang saling menguntungkan jauh lebih berharga daripada permainan menang-kalah (zero-sum game).

Baca Juga :  Armada AS Kepung Iran, Komandan IRGC: Jari Kami Sudah di Pelatuk

“Kerja sama jauh lebih baik daripada konflik,” ujar Wang Yi dalam pernyataan resminya. Ia yakin kedua pihak dapat mengelola perbedaan selama menjunjung prinsip kesetaraan dan rasa hormat. Wang Yi juga mengajak AS untuk terus memperluas daftar kerja sama dan memperpendek daftar masalah yang ada di antara kedua negara.

Target Diplomatik Tahun 2026

Pemerintah Tiongkok dan Amerika Serikat memiliki ambisi besar untuk masa depan hubungan mereka. Wang Yi berharap tahun 2026 akan menjadi momentum bagi kedua negara untuk bergerak menuju hidup berdampingan secara damai.

Bahkan, kedua belah pihak sepakat untuk mengoptimalkan saluran politik dan diplomatik yang tersedia. Langkah ini bertujuan untuk mendukung interaksi tingkat tinggi yang lebih intensif antara Beijing dan Washington. Dengan demikian, sinyal positif dari pertemuan di Munich ini petugas harapkan dapat meredam ketidakpastian di panggung global.

Baca Juga :  Sejoli Karawang Lakban Mulut Bayi hingga Tewas, Polisi Tangkap Orang Tua Biologis

Hasil Konstruktif di Munich

Kedua belah pihak menilai pertemuan tersebut berlangsung secara positif dan konstruktif. Mereka berkomitmen untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka guna mengatasi kekhawatiran masing-masing secara tepat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui koordinasi yang lebih erat, China dan AS berupaya memastikan pertumbuhan hubungan yang sehat dan berkelanjutan. Dunia internasional kini memantau dengan cermat apakah kesepakatan di Munich ini mampu meredakan persaingan teknologi dan perdagangan yang masih berlangsung. Fokus utama saat ini adalah mengubah retorika kerja sama menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi stabilitas dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Kirim Kapal Induk Terbesar Dunia untuk Tekan Iran
Pemimpin Eropa Bersatu Tolak Kebijakan America First Donald Trump
Pesantren Kilat Ramadan 2026, Polres Metro Depok Bina Remaja Pelaku Tawuran
Pemprov DKI Larang Ormas Sweeping Warung Saat Ramadan 2026, Pemilik Diminta Pasang Tirai
Motor Warga Raib Dekat Pos Polisi, Polsek Penjaringan Minta Maaf dan Evaluasi Pengamanan
Bayi 11 Bulan dicekoki Miras di NTT, Ayah Kandug Wajib Lapor dan Sampel Diuji Labfor
Tragis! Jalan Berlubang di Pasar Kemis Telan Korban, Siswi 18 Tahun Tewas Terlindas Truk
Hujan Lebat 14–15 Februari 2026, BMKG Tetapkan Jabodetabek Status Waspada

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:12 WIB

Trump Kirim Kapal Induk Terbesar Dunia untuk Tekan Iran

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:59 WIB

Pemimpin Eropa Bersatu Tolak Kebijakan America First Donald Trump

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:55 WIB

Diplomasi Munich: Wang Yi dan Marco Rubio Sepakati Stabilitas Hubungan China-AS

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:29 WIB

Pesantren Kilat Ramadan 2026, Polres Metro Depok Bina Remaja Pelaku Tawuran

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:09 WIB

Pemprov DKI Larang Ormas Sweeping Warung Saat Ramadan 2026, Pemilik Diminta Pasang Tirai

Berita Terbaru

Puncak tekanan militer. Presiden Donald Trump mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah guna memaksa Teheran mencapai kesepakatan nuklir dalam tenggat waktu satu bulan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Kirim Kapal Induk Terbesar Dunia untuk Tekan Iran

Sabtu, 14 Feb 2026 - 14:12 WIB

Otonomi di tengah tekanan. Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan PM Inggris Keir Starmer menyerukan kemandirian pertahanan Eropa guna menghadapi retorika isolasionis Washington. Dok: Human Right Watch.

INTERNASIONAL

Pemimpin Eropa Bersatu Tolak Kebijakan America First Donald Trump

Sabtu, 14 Feb 2026 - 13:59 WIB