POSNEWS.CO.ID, PARIS – Pemerintah Prancis meliburkan sekitar 400 sekolah akibat gelombang unjuk rasa siswa yang semakin meluas.
Penutupan Ratusan Sekolah dan Tuduhan Politik
Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyampaikan keputusan penutupan tersebut melalui wawancara khusus dengan stasiun televisi France 2.
Beliau mengonfirmasi bahwa ratusan lembaga pendidikan menghentikan kegiatan belajar demi keamanan para siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, badan intelijen menilai politisi sayap kiri radikal memicu gerakan protes berskala nasional ini.
Pihak intelijen menuduh anggota partai La France Insoumise memanaskan situasi di tengah masyarakat.
Namun, anggota parlemen dari partai tersebut Louis Boyard secara tegas menolak tuduhan pemerintah tersebut.
Eskalasi Kerusuhan dan Kerusakan di Berbagai Kota
Aksi demonstrasi ini awalnya menyoroti masalah kekurangan tenaga pengajar serta kerusakan fisik bangunan sekolah.
Protes tersebut meletus di wilayah Paris sejak bulan lalu sebelum menyebar ke seluruh penjuru negeri.
Namun, aksi damai tersebut kini berubah menjadi kerusuhan brutal yang memicu pembakaran dan perusakan.
Bahkan, demonstran membakar fasilitas dua sekolah menengah atas saat melakukan aksi unjuk rasa pada hari Kamis.
Selain itu, pengunjuk rasa menyiram bensin ke arah para guru di kota Marseille secara tidak sengaja.
Sementara itu, kelompok pemuda membakar satu unit mobil di kota Strasbourg dalam rentetan aksi tersebut.
Polisi huru-hara juga terlibat bentrokan sengit dengan para pemuda di wilayah Toulouse.
Akibatnya, puluhan orang mengalami luka-luka dan polisi menahan ratusan demonstran di berbagai lokasi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













