KARO, POSNEWS.CO.ID – Misteri kematian Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia, Asprina br Surbakti (38), mulai menemukan titik terang.
Dua pria yang diduga terlibat dalam perampokan dan kematian Asprina berhasil ditangkap polisi. Keduanya dibekuk tim gabungan Jatanras Polda Sumatera Utara dan Satreskrim Polres Karo di wilayah Medan, Senin (28/9/2026).
Selain menangkap dua terduga pelaku, polisi juga berhasil menemukan kembali mobil Mitsubishi XForce milik korban yang sebelumnya raib dari rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan penangkapan tersebut. “Iya, dua orang ditangkap,” ujar Pedoman, Selasa (29/9/2026).
Kedua pria tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami motif, modus, serta peran masing-masing dalam kasus yang menewaskan Wakil Rektor II IT&B tersebut.
Ditangkap di Tempat Persembunyian
Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengembangkan informasi dan rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, polisi menemukan rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan dua pria masuk menggunakan sepeda motor di sekitar kompleks rumah korban.
Tim gabungan kemudian bergerak mengejar keberadaan mereka hingga wilayah Belawan.
Saat hendak diamankan, kedua terduga pelaku disebut berusaha melarikan diri. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki keduanya.
Keduanya selanjutnya dibawa ke Polres Karo untuk menjalani pemeriksaan.
Namun, polisi belum membeberkan identitas kedua pria tersebut maupun peran masing-masing karena pemeriksaan masih berlangsung.
Mobil Korban Ikut Ditemukan
Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan mobil Mitsubishi XForce bernomor polisi BK 1326 SAD.
Mobil tersebut sebelumnya tidak ditemukan ketika korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Kendaraan itu kemudian diduga dibawa pergi dari kediaman korban.
Penemuan mobil menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan perkara karena sejak awal polisi mendapati kendaraan dan telepon seluler korban tidak berada di rumah.
Sebelumnya, polisi masih mendalami apakah hilangnya barang-barang tersebut berkaitan dengan dugaan perampokan dan kematian korban.
Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi
Kasus tersebut terbongkar pada Jumat (25/9/2026) malam.
Saat itu, pihak kampus berusaha menghubungi Asprina. Namun, panggilan telepon tidak mendapat respons.
Karena khawatir, pihak kampus kemudian menghubungi abang korban. Sang abang bersama petugas keamanan mendatangi rumah Asprina di Kompleks J-Kesain, Blok C1, Desa Raya, Kecamatan Berastagi.
Begitu masuk ke rumah, mereka menemukan Asprina sudah meninggal dunia di kamar mandi.
Saat ditemukan, darah terlihat keluar dari mulut korban. Namun, polisi tidak menemukan luka terbuka pada bagian luar tubuh.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Polisi Masih Dalami Motif
Setelah penangkapan dua terduga pelaku, penyidik kini memiliki pekerjaan penting untuk mengurai seluruh rangkaian kejadian.
Polisi masih memeriksa kedua pria tersebut untuk mengetahui bagaimana peristiwa berlangsung, apa motifnya, serta apakah ada pihak lain yang terlibat.
Hasil pemeriksaan forensik, rekaman CCTV, keterangan saksi, dan temuan mobil korban akan menjadi bagian penting dalam penyidikan.
Sementara itu, keluarga Asprina masih menunggu kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Kasus ini juga menjadi perhatian karena kematian korban terjadi di dalam rumahnya sendiri. Polisi kini dituntut mengungkap secara terang rangkaian peristiwa tersebut agar keluarga mendapatkan kepastian hukum. **
Editor : Hadwan













