TNI Habema Jelaskan Kronologi Tewasnya Warga Sipil Melkiana Dwitau di Intan Jaya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koops TNI Habema Ungkap Analisis Insiden Tembakan KKB yang Tewaskan Warga Sipil di Sugapa
Jaya. (Posnews/Ist)

Koops TNI Habema Ungkap Analisis Insiden Tembakan KKB yang Tewaskan Warga Sipil di Sugapa Jaya. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Insiden gangguan tembakan yang menewaskan warga sipil Melkiana Dwitau di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menuai duka mendalam.

Koops TNI Habema menegaskan setiap korban sipil merupakan tragedi yang tidak diharapkan dan memastikan seluruh operasi tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

Berdasarkan hasil laporan lapangan, analisis kronologi, serta pemetaan lokasi, Koops TNI Habema menyebut gangguan tembakan diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda selama sekitar 15 menit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tembakan pertama terdengar sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian, kelompok bersenjata kembali melepaskan tembakan dari kawasan perbukitan di depan Koramil Sugapa.

Baca Juga :  Polres Metro Jakbar Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Internasional, 14 Kg Sabu Diamankan

Sekitar pukul 19.00 WIT, tembakan kembali terjadi sebelum para pelaku melarikan diri ke arah sungai.

Koops TNI Habema menegaskan personel Satgas TNI tidak melepaskan tembakan balasan selama insiden berlangsung.

Personel memilih bertahan di posisi perlindungan (stelling) karena hujan deras, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas sehingga penindakan dinilai berisiko membahayakan warga sipil.

Hasil analisis spasial menunjukkan ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.

Lokasi korban berjarak sekitar 321 meter dari titik tembakan pertama dan lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI.

Baca Juga :  Jay Idzes Resmi Gabung Torino, Jadi Pemain Termahal Timnas Indonesia

Koops TNI Habema menyatakan temuan itu masih didalami melalui penyelidikan berdasarkan bukti teknis dan fakta di lapangan.

TNI, penggunaan kawasan permukiman sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata meningkatkan risiko jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.

Karena itu, Koops TNI Habema menegaskan akan terus menjalankan setiap operasi secara profesional, terukur, dan akuntabel dengan mengutamakan perlindungan masyarakat.

TNI mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi, dan menghormati proses penyelidikan.

Koops TNI Habema menegaskan komitmennya menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keselamatan warga sipil dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wanita Nekat Selundupkan Diduga Sabu di Alat Vital ke Lapas Banyuwangi
Merasa ‘Anak Kampung Sini’, Pemuda Bawa Golok Teror Warga Citeureup
Bunuh Kekasih di Kebun Jati, Pelaku Rampas Harta Korban dan Hapus Jejak Digital
Fakta Baru Ledakan Bom Mortir di Biak, TNT Aktif Saat Digergaji
Kasus Narkoba New Star Club Bali Naik ke Pengadilan, Police Line Dicabut
Pedagang Sayur Keliling Dibegal Saat Berangkat Dagang di Serang
Pembunuh 3 Polisi di Katingan Dilimpahkan, Bareskrim Serahkan Barang Bukti
Ledakan Gudang Munisi Madiun, TNI AD Selidiki Penyebab, Satu Prajurit Tewas

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:43 WIB

Wanita Nekat Selundupkan Diduga Sabu di Alat Vital ke Lapas Banyuwangi

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:34 WIB

Bunuh Kekasih di Kebun Jati, Pelaku Rampas Harta Korban dan Hapus Jejak Digital

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31 WIB

Fakta Baru Ledakan Bom Mortir di Biak, TNT Aktif Saat Digergaji

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:45 WIB

Kasus Narkoba New Star Club Bali Naik ke Pengadilan, Police Line Dicabut

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:34 WIB

Pedagang Sayur Keliling Dibegal Saat Berangkat Dagang di Serang

Berita Terbaru