JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kobaran api menghanguskan sebuah rumah di Jalan Drompol Nomor 4, RT 04/RW 17, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026) pagi.
Peristiwa tragis itu merenggut nyawa dua warga lanjut usia (lansia).
Kedua korban yakni Sintawati dan Eka Ariyono. Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah kebakaran melanda rumah tinggal tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini membuat suasana di lokasi duka. Di tengah kobaran api, petugas pemadam kebakaran berjibaku menyelamatkan warga sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid mengatakan petugas menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 10.37 WIB.
Tak lama kemudian, armada pemadam bergerak menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 10.40 WIB dan langsung melakukan pemadaman pada pukul 10.41 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dengan 50 personel dikerahkan.
“Pemadaman dimulai pukul 10.41 WIB, akhir pemadaman pukul 12.46 WIB. Situasi sekarang pemadaman selesai,” ujar Abdul.
Api Berhasil Dilokalisasi
Petugas bekerja cepat mengendalikan kobaran api. Sekitar pukul 11.05 WIB, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak semakin meluas.
Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Data terbaru dari Sudin Gulkarmat Jakarta Timur menyebut proses penanganan akhirnya dinyatakan selesai sekitar pukul 12.26 WIB.
Namun, upaya penyelamatan tidak sepenuhnya berakhir dengan kabar baik.
Dua lansia meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, petugas berhasil menyelamatkan 25 jiwa yang berasal dari empat kepala keluarga di lokasi kebakaran.
Diduga Akibat Masalah Kelistrikan
Kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan masalah kelistrikan. Meski demikian, petugas belum menyatakan korsleting sebagai penyebab pasti karena pemeriksaan masih berlangsung.
Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Suhudi mengatakan petugas menerima laporan setelah sekuriti lingkungan melintas dan melihat api sudah membesar.
“Sekuriti lingkungan melintas tiba-tiba api sudah membesar lalu melaporkan ke RW dan baru melaporkan ke damkar,” jelas Suhudi.
Petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan penyelamatan.
Kerugian Masih Dihitung
Rumah yang terbakar merupakan bangunan tempat tinggal dengan luas terdampak sekitar 300 meter persegi. Hingga kini, nilai kerugian materiil akibat kebakaran tersebut masih dalam proses penghitungan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah.
Kabel, stop kontak, sambungan listrik, hingga peralatan elektronik yang sudah rusak perlu diperiksa agar tidak memicu bahaya.
Terlebih, kebakaran dapat berkembang sangat cepat. Karena itu, ketika muncul tanda seperti percikan, bau hangus, atau panas berlebih pada instalasi listrik, warga sebaiknya segera memutus aliran listrik dan meminta bantuan petugas jika kondisi tidak aman. **
Editor : Hadwan













