Kopi Plus-Plus KBN Marunda Disorot, Satpol PP Jakut Siapkan Patroli Malam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penjual kopi keliling menghampiri kendaraan kontainer yang terparkir di kawasan KBN Marunda pada malam hari. (Posnews/MR)

Penjual kopi keliling menghampiri kendaraan kontainer yang terparkir di kawasan KBN Marunda pada malam hari. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dugaan praktik “kopi plus-plus” di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, menjadi sorotan setelah penelusuran POSNEWS menemukan tawaran yang diduga mengarah pada layanan seksual kepada sopir kontainer.

Pemerintah setempat kini menyiapkan pengawasan malam bersama pengelola kawasan dan aparat keamanan.

Kasatpol PP Jakarta Utara Budhi Novian menegaskan, aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban tidak semestinya dibiarkan di kawasan khusus logistik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, ia mendorong patroli bersama untuk mencegah pelanggaran sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.

“Fenomena seperti ini tentu tidak diperkenankan, karena merupakan kawasan khusus logistik yang memiliki sistem pengamanan. Perlu kiranya dilakukan patroli bersama antara pihak pengelola pengamanan kawasan dan aparat setempat,” ujar Budhi.

Ia menyampaikan, Satpol PP Jakarta Utara akan mengintensifkan koordinasi dengan pihak pengamanan KBN Marunda melalui patroli pengawasan malam hari.

“Kami mengucapkan terima kasih untuk informasi ini. Kita akan mengintensifkan koordinasi kerja sama dengan pihak pengamanan kawasan khusus KBN Marunda melalui patroli pengawasan malam hari,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi respons atas penelusuran POSNEWS pada Minggu (11/10/2026) malam.

Dalam penelusuran itu, sejumlah orang terlihat membawa termos dan perlengkapan kopi, kemudian menghampiri sopir yang memarkirkan truk maupun kontainer di kawasan tersebut.

Sopir Ingin Beristirahat, Tawaran Lain Diduga Menghampiri

Aktivitas menawarkan kopi terlihat di Jalan Ambon, kawasan KBN Marunda. Sebagian orang menawarkan dagangan dari pinggir jalan, sementara lainnya mendatangi sopir secara langsung, termasuk menggunakan sepeda motor.

Namun, penelusuran POSNEWS menemukan bahwa tawaran tersebut diduga tidak selalu berhenti pada penjualan minuman.

Baca Juga :  Curanmor di RS Mitra Keluarga Gading Serpong, Pelaku Bonyok Diamuk Massa

Seorang perempuan yang identitasnya disamarkan dengan nama Bunga menyampaikan adanya layanan tambahan dengan tarif tertentu.

Dalam keterangannya di lokasi, Bunga menyebut biaya sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 untuk layanan yang diklaim dapat dilakukan di dalam kendaraan.

Ia juga menyebut pilihan ke hotel dengan biaya sekitar Rp400.000, belum termasuk kamar.

Keterangan tersebut merupakan pernyataan narasumber di lapangan dan belum menjadi bukti bahwa seluruh transaksi benar-benar terjadi.

Identitas pihak yang terlibat, sifat aktivitas, serta kemungkinan pelanggaran hukum masih perlu diperiksa oleh pihak berwenang.

Di tengah aktivitas tersebut, para sopir kontainer memiliki kebutuhan yang jauh lebih mendasar: tempat beristirahat sebelum kembali bekerja.

Mereka harus menjaga kondisi fisik karena kelelahan saat mengemudi dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Muklis, nama samaran sopir kontainer berusia 55 tahun, mengatakan dirinya berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke luar kota.

“Kalau saya murni istirahat karena besok pagi mesti keluar kota. Ingat istri dan anak juga,” kata Muklis.

Pernyataan itu menggambarkan kehidupan para pekerja logistik yang menghabiskan banyak waktu di perjalanan.

Di balik kemudi kendaraan berat, mereka tetap memikirkan keselamatan dan keluarga yang menunggu di rumah.

Karena itu, lingkungan parkir yang aman, terang, dan tertib menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar fasilitas tambahan.

Penerangan Minim Jadi Catatan Pengawasan

Selain dugaan tawaran layanan seksual, penelusuran POSNEWS menyoroti penerangan di sejumlah titik yang dinilai minim oleh seorang sopir.

Kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pengelola, terutama karena aktivitas di kawasan berlangsung hingga malam dan dini hari.

Berdasarkan pengamatan lapangan, aktivitas menawarkan kopi disebut berlangsung sekitar pukul 20.00 hingga 04.00 WIB. Namun, frekuensi dan luas penyebarannya masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Buka Pendidikan Bintara Polri 2025, Irjen Karyoto: Polisi itu Jalan Hidup

Penerangan yang memadai dapat membantu sopir mengenali kondisi sekitar, memudahkan petugas memantau aktivitas, serta meningkatkan rasa aman di area parkir.

Selain itu, patroli rutin dan sistem pelaporan yang mudah diakses dapat membantu petugas menindaklanjuti dugaan pelanggaran secara tepat.

KBN Marunda memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan industri dan logistik. Karena itu, pengelolaan kawasan tidak cukup hanya memastikan arus barang berjalan lancar.

Keamanan pengemudi, pekerja, pedagang, serta pengguna fasilitas juga harus menjadi perhatian.

Patroli Malam Perlu Diikuti Tindakan Nyata

Rencana patroli bersama yang disampaikan Budhi Novian menjadi langkah awal untuk merespons persoalan tersebut.

Namun, efektivitas pengawasan nantinya perlu dilihat dari pelaksanaan di lapangan, tindak lanjut atas laporan, serta perbaikan kondisi yang ditemukan.

Pengelola kawasan, Satpol PP, dan aparat keamanan perlu memastikan jadwal patroli berjalan konsisten, khususnya pada jam rawan.

Evaluasi penerangan, pengawasan area parkir, serta koordinasi dengan masyarakat juga penting untuk mencegah persoalan serupa berulang.

Bagi para sopir, tempat istirahat yang aman membantu mereka menjaga konsentrasi saat kembali mengemudi.

Bagi warga, pengawasan yang baik dapat mendukung ketertiban lingkungan. Sementara itu, pedagang yang bekerja secara sah tetap berhak mencari nafkah tanpa mendapat cap negatif.

KBN Marunda merupakan kawasan penting bagi kegiatan logistik. Oleh sebab itu, dugaan praktik yang berpotensi melanggar aturan perlu ditangani secara serius, objektif, dan transparan.

Patroli malam diharapkan tidak berhenti sebagai respons sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan sekaligus kenyamanan masyarakat di sekitarnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Tawaran Kopi Malam di KBN Marunda, Ada Dugaan Layanan Seksual
Sudah Ada Korban Berulang, Monyet Liar di Tarumajaya Kembali Lukai Anak
Jabodetabek Berawan Hari Ini, Warga Depok dan Tangerang Selatan Waspada Hujan
Jakarta Barat Catat 451 Kebakaran, Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar
Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?
Hujan Lebat Mengintai Bogor dan Depok, Simak Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini
Warga Jabodetabek Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Bogor
Pagi Cerah, Sore Berpotensi Hujan! Cek Cuaca Jabodetabek Sabtu Ini

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kopi Plus-Plus KBN Marunda Disorot, Satpol PP Jakut Siapkan Patroli Malam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Di Balik Tawaran Kopi Malam di KBN Marunda, Ada Dugaan Layanan Seksual

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Sudah Ada Korban Berulang, Monyet Liar di Tarumajaya Kembali Lukai Anak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Jabodetabek Berawan Hari Ini, Warga Depok dan Tangerang Selatan Waspada Hujan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Jakarta Barat Catat 451 Kebakaran, Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar

Berita Terbaru