KPK Telusuri 4 Mobil yang Diduga Diberikan Pengusaha kepada Vinna Ledy

Senin, 21 September 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jejak aset dalam pengembangan perkara dugaan korupsi di Bengkulu kembali ditelusuri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kali ini, penyidik menyita satu unit Mercedes-Benz sedan berwarna hitam yang dikaitkan dengan anggota DPRD Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni (VLA).

Penyitaan dilakukan pada Senin (21/9/2026). KPK menduga mobil tersebut merupakan pemberian pengusaha Eno Bowo Susilo (EBS) kepada Vinna.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kendaraan itu tercatat atas nama orang lain, yakni Ranni Soraya (RNS) yang disebut sebagai teman Vinna. KPK sebelumnya telah memeriksa RNS dalam rangka mengusut kepemilikan kendaraan tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyitaan Mercy tersebut merupakan bagian dari penelusuran aset yang diduga berkaitan dengan perkara.

“Hari ini penyidik kembali melakukan penyitaan terhadap satu unit kendaraan roda empat, yaitu mobil Mercy (Mercedes-Benz) milik VLA yang merupakan anggota DPRD Kota Bengkulu,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Sudah Dua Mobil Disita KPK

Penyitaan Mercedes-Benz ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, KPK menyita Mitsubishi Pajero Sport yang dikaitkan dengan Vinna pada 10 Agustus 2026.

Dengan penyitaan terbaru, sudah ada dua kendaraan yang diamankan KPK dan diduga berasal dari pemberian Eno Bowo Susilo.

KPK kini masih menelusuri alasan dan hubungan pemberian sejumlah kendaraan tersebut dengan posisi Vinna sebagai anggota DPRD Kota Bengkulu dan Eno Bowo sebagai pihak swasta.

Baca Juga :  Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan, Ini Daftar 8+4+5 Stimulus Ekonomi 2025

Budi mengatakan penyidik akan mendalami keterkaitan aset-aset tersebut dengan perkara yang sedang dikembangkan.

“Beberapa unit kendaraan yang diduga merupakan pemberian dari EBS kepada VLA ini tentu dilakukan pendalaman dan penelusuran kaitannya seperti apa, mengapa kemudian ada pemberian sejumlah aset tersebut, serta apakah kemudian berkaitan dengan kapasitas EBS sebagai swasta dan VLA sebagai anggota DPRD di Kota Bengkulu,” ujar Budi.

Bukan Hanya Mercy dan Pajero

Penelusuran KPK ternyata belum berhenti pada dua kendaraan tersebut.

Penyidik juga mendalami dugaan pemberian Toyota Fortuner dan Toyota Innova Zenix kepada Vinna.

Dua mobil itu disebut menggunakan nama adiknya, Dian Andini Anggraheni (DAA), yang merupakan ASN di Pemerintah Kota Tangerang.

KPK memeriksa Dian pada Jumat (18/9/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menggali pengetahuannya mengenai dugaan pemberian aset dari Eno Bowo kepada Vinna.

“Dalam pemeriksaan tersebut penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan pemberian aset dari pengusaha EBS kepada VLA yang diatasnamakan DAA, yakni dua unit mobil, Toyota Fortuner dan Innova Zenix,” kata Budi.

Dengan demikian, penyidik saat ini menelusuri sedikitnya empat kendaraan yang diduga berkaitan dengan pemberian Eno Bowo kepada Vinna, yakni Mitsubishi Pajero Sport, Mercedes-Benz, Toyota Fortuner, dan Innova Zenix. Dua kendaraan terakhir masih dalam tahap pendalaman KPK.

Berawal dari Perkara di Rejang Lebong

Pengusutan aset tersebut merupakan bagian dari pengembangan perkara dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan wilayah lain di Provinsi Bengkulu.

Baca Juga :  Strategi John Herdman Redam Sayap Bulgaria, Timnas Indonesia Siap Menggila di GBK

Perkara awal bermula dari operasi tangkap tangan KPK. Pada 11 Maret 2026, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, salah satunya Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dalam perkara dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong.

KPK kemudian mengumumkan pengembangan penyidikan pada 20 Juli 2026.

Dalam pengembangan tersebut, penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kota Bengkulu.

KPK antara lain menggeledah kantor dan rumah pihak swasta yang bergerak di bidang alat kesehatan dan pengelolaan limbah serta rumah Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman.

Dari rangkaian penggeledahan itu, penyidik mengamankan dokumen, bukti elektronik, serta uang tunai lebih dari Rp4 miliar yang ditemukan di rumah Noprisman.

KPK Belum Tetapkan Tersangka Baru

KPK hingga Senin (21/9/2026) belum menetapkan tersangka baru, meski telah menyita sejumlah aset dan memeriksa beberapa saksi.

Karena itu, penyitaan kendaraan tidak serta-merta menunjukkan seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana.

KPK masih harus menguji hubungan antara aset, pihak yang memberikan, pihak yang menerima, serta dugaan tindak pidana yang sedang disidik.

Proses penyidikan juga akan menentukan apakah aset-aset tersebut memiliki keterkaitan dengan perkara atau tidak.

Bagi penyidik, penelusuran aset menjadi bagian penting untuk membuat perkara lebih terang.

Aliran aset yang diduga diberikan kepada pejabat publik dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap hubungan dengan pihak swasta.

KPK memastikan penelusuran terhadap aset-aset yang diduga berkaitan dengan perkara masih terus berjalan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon
Karhutla Indonesia Belum Padam, 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Ini Penjelasan Sarmuji
Jadwal Ramadan 2027 Menurut Muhammadiyah: Puasa Mulai 8 Februari
Konflik Papua Memanas, Panglima TNI Tekankan Kolaborasi Lindungi Warga
Lowongan Kerja Google September 2026, Lulusan S1 Bisa Daftar
Kemenag Batasi HP di Sekolah, Ini Aturan yang Wajib Diketahui Orang Tua
Prabowo di Gontor: Tak Boleh Ada Orang Lapar dan Koruptor

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:13 WIB

KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon

Senin, 21 September 2026 - 18:01 WIB

KPK Telusuri 4 Mobil yang Diduga Diberikan Pengusaha kepada Vinna Ledy

Senin, 21 September 2026 - 09:07 WIB

Karhutla Indonesia Belum Padam, 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan

Senin, 21 September 2026 - 07:01 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Ini Penjelasan Sarmuji

Minggu, 20 September 2026 - 12:22 WIB

Jadwal Ramadan 2027 Menurut Muhammadiyah: Puasa Mulai 8 Februari

Berita Terbaru

KPK menemukan petunjuk dugaan aliran uang dalam kasus HGB Summarecon.

NASIONAL

KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon

Senin, 21 Sep 2026 - 18:13 WIB