POSNEWS.CO.ID, PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam intervensi politik pihak asing terkait gelombang kerusuhan dan aksi penjarahan di Élysée Palace baru-baru ini.
Macron menilai sejumlah pemimpin dunia sengaja memanfaatkan krisis sosial Prancis demi kepentingan politik elektoral di negara mereka sendiri.
Pernyataan keras tersebut menyasar klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut kelompok imigran Muslim mengobarkan kerusuhan Paris.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Macron menegaskan bahwa berbagai pihak asing telah menyebarkan manipulasi gambar rekayasa AI untuk membentuk narasi palsu mengenai kondisi Prancis.
Gambar manipulatif tersebut mengesankan invasi kelompok ekstremis, padahal situasi lapangan tidak mencerminkan propaganda media sosial tersebut.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan siap memberikan klarifikasi resmi guna menghentikan penyebaran informasi bohong pihak luar.
Mengulas Langkah Diplomatik Prancis Mengamankan Pasokan Diesel Dari Kawasan Teluk
Selain menanggapi isu disinformasi, Macron baru saja menyelesaikan lawatan diplomatik ke negara-negara produsen energi utama di Teluk Arab.
Pemerintah Prancis berhasil mengamankan tambahan pasokan diesel sebesar 295.000 ton per bulan dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Langkah strategis tersebut memenuhi lebih dari 10 persen total kebutuhan konsumsi bahan bakar diesel bulanan masyarakat Prancis saat ini.
Kunjungan Macron ke Qatar dan Arab Saudi bertujuan mengendalikan lonjakan harga energi yang memicu kemarahan publik di dalam negeri.
Sebelumnya, negara anggota G7 menyepakati pelepasan 100 juta barel cadangan minyak mentah guna menstabilkan harga pasar internasional.
Macron optimistis intervensi pasokan energi tersebut mampu menurunkan harga bahan bakar di SPBU mulai awal November mendatang.
Menjelang Gelombang Unjuk Rasa Baru Dan Pengamanan Ketat Kota Paris
Kendati pemerintah mendapatkan tambahan energi, organisasi mahasiswa dan gerakan rompi kuning tetap mengagendakan aksi unjuk rasa susulan.
Kepolisian Paris melarang rencana demonstrasi pada Kamis ini demi menjaga keamanan publik serta mencegah risiko kerusakan fasilitas kota.
Perdana Menteri Sébastien Lecornu menyiapkan operasi pengamanan berskala besar untuk mengantisipasi potensi kerusuhan pada Sabtu esok.
Pemerintah Prancis mengerahkan personel intelijen serta aparat kepolisian guna menindak tegas kelompok perusuh di pusat kota.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













