POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Rusia mengarantina rumah sakit di wilayah Siberia secara mendadak minggu ini.
Langkah ini menyusul kematian seorang pegawai wanita dari Lembaga Riset Pes Irkutsk.
Korban mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Shelekhov setelah mengidap pneumonia misterius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, pemerintah daerah membatasi akses keluar masuk bagi seluruh pasien.
Selain itu, laboratorium rumah sakit juga menghentikan pemeriksaan rutin untuk sementara waktu.
Otoritas Kesehatan Memantau Seluruh Kontak Erat
Sebelumnya, Badan Pengawas Kesehatan Publik Rospotrebnadzor menerjunkan tim khusus ke lokasi kejadian.
Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova memimpin penanganan krisis bersama Gubernur Igor Kobzev.
Kobzev mengonfirmasi bahwa tim medis memantau kondisi kesehatan semua kontak erat.
Namun, Rospotrebnadzor menegaskan tidak menemukan patogen berbahaya dari tempat kerja korban.
Meskipun demikian, beberapa media independen mencurigai korban terserang penyakit pes paru-paru.
Tanggapan Amerika Serikat dan Pakar Kesehatan Dunia
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memantau perkembangan situasi kesehatan tersebut dari Washington.
Trump menawarkan bantuan medis apabila pemerintah Rusia membutuhkan dukungan tambahan.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio meminta semua pihak tetap tenang.
Rubio menilai penanganan karantina setempat mampu mencegah penyebaran wabah ke area luas.
Dengan demikian, pemerintah Rusia terus mengawasi perkembangan kasus ini secara ketat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













