JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aktivitas logistik di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, seharusnya berjalan beriringan dengan keamanan dan kenyamanan para pekerja.
Namun, berdasarkan penelusuran Posnews pada Minggu (11/10/2026) malam, muncul dugaan praktik layanan seksual yang ditawarkan dengan kedok penjualan kopi kepada sopir truk dan kontainer yang sedang beristirahat.
Dalam penelusuran tersebut, sejumlah orang terlihat berkeliling membawa termos dan perlengkapan kopi, lalu menghampiri kendaraan yang terparkir di kawasan itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian menawarkan dagangan dari pinggir jalan, sedangkan lainnya mendatangi sopir secara langsung, termasuk dengan menggunakan sepeda motor.
Di balik tawaran minuman, beberapa di antaranya diduga menawarkan layanan seksual dengan tarif tertentu.
Praktik yang dilaporkan berlangsung pada malam hingga dini hari ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di kawasan industri yang memiliki peran penting bagi kegiatan logistik tersebut.
KBN Marunda merupakan bagian dari kawasan industri dan logistik yang dikelola PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).
Kopi Menjadi Pembuka Tawaran Layanan
Saat penelusuran di Jalan Ambon, kawasan KBN Marunda, seorang perempuan yang menggunakan nama samaran Bunga, sekitar 50 tahun, menawarkan kopi kepada sopir kontainer.
Ia kemudian menyampaikan adanya layanan tambahan yang disebut dapat dilakukan di dalam kendaraan.
“Bang, ayo ngopi yuk. Kita juga ada yang buat nemenin ngopinya di dalam kendaraan,” ujar Bunga kepada seorang sopir.
Menurut penjelasannya, layanan tersebut dapat dilakukan di kendaraan yang terparkir di lokasi tertentu.
Ia juga menawarkan pilihan membawa perempuan ke hotel di sekitar kawasan dengan biaya berbeda.
Bunga menyebut tarif layanan di dalam kendaraan berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000.
Sementara itu, jika pelanggan memilih hotel, ia menyebut biaya sekitar Rp400.000, belum termasuk kamar.
Sopir Kontainer Jadi Sasaran Tawaran
Berdasarkan pengamatan di lokasi, sejumlah orang menawarkan kopi dengan mendatangi sopir yang memarkirkan kendaraan di kawasan tersebut.
Ada yang berdiri di pinggir jalan, sementara lainnya berkeliling menggunakan sepeda motor.
Aktivitas itu disebut berlangsung mulai sekitar pukul 20.00 hingga 04.00 WIB. Namun, durasi dan frekuensi kegiatan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Seorang sopir kontainer yang menggunakan nama Muklis, 55 tahun, mengatakan dirinya mengetahui adanya tawaran tersebut di sekitar area parkir.
Menurut dia, sebagian sopir memang berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan mengangkut barang.
“Kalau saya murni istirahat karena besok pagi mesti keluar kota. Ingat istri dan anak juga,” kata Muklis.
Ia menilai kondisi penerangan di beberapa titik yang minim membuat pengawasan malam hari perlu mendapat perhatian.
Status Objek Vital Nasional Perlu Diimbangi Pengawasan
KBN memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan industri dan logistik.
Karena itu, keamanan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran arus barang, tetapi juga kenyamanan pekerja, pengemudi, dan pengguna fasilitas.
Temuan dugaan penawaran layanan seksual di area parkir tersebut perlu ditindaklanjuti melalui klarifikasi dan pemeriksaan oleh pihak berwenang apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Pengelola kawasan juga perlu menjelaskan mekanisme pengawasan malam hari, kondisi penerangan, serta prosedur pelaporan aktivitas yang mencurigakan. MR
Editor : Hadwan













