DEPOK, POSNEWS.CO.ID – Polres Metro Depok mengambil langkah tegas sekaligus edukatif selama Ramadan 2026. Polisi menyiapkan program Pesantren Kilat khusus bagi remaja yang terlibat tawuran di Kota Depok.
Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, menegaskan pihaknya fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama pada malam hari. Karena itu, polisi tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pembinaan.
Edukasi, Bukan Sekadar Hukuman
Jika petugas mendapati remaja terlibat tawuran, mereka akan mengikuti Pesantren Kilat yang digelar di Mapolres. Program ini dirancang sebagai ruang refleksi, pembinaan akhlak, dan penguatan karakter.
Dengan demikian, remaja tidak sekadar jera, tetapi juga mendapat kesempatan berubah melalui kegiatan keagamaan dan pembelajaran positif selama Ramadan.
Petasan dan Sahur on The Road Diawasi Ketat
Selain tawuran, polisi juga menyoroti penggunaan petasan dan aktivitas sahur on the road. Polres akan mengkaji aturan ini bersama Pemerintah Kota Depok dan Forkopimda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petasan yang mengganggu ibadah jelas melanggar aturan. Bahkan, jika remaja memanfaatkan petasan atau sahur on the road untuk kegiatan negatif, polisi akan memasukkan mereka ke program Pesantren Kilat.
Di satu sisi, sahur on the road bisa menjadi kegiatan sosial. Namun di sisi lain, aktivitas ini kerap disalahgunakan untuk tawuran. Oleh sebab itu, polisi tidak akan ragu melarang kegiatan yang lebih banyak mudarat daripada manfaat.
Patroli Khusus Cegah Tawuran
Untuk memperkuat pencegahan, Polres Metro Depok membentuk tim patroli khusus selama Ramadan. Polisi juga menggandeng Kodim 0508/Depok agar pengawasan lebih maksimal.
Melalui langkah ini, Polres Metro Depok ingin memastikan Ramadan berlangsung aman, tertib, dan penuh nilai edukasi bagi generasi muda. (red)
Editor : Hadwan





















